Keseimbangan alam wajib dipelihara karena sedikit saja kerusakan terjadi di satu bagian dunia, maka akan berakibat pada alam di bagian dunia lain. Semuanya terkait satu sama lain sehingga upaya penyelamatan alam idealnya dilakukan secara serempak oleh semua penduduk dunia. Namun demikian, seperti yang digambarkan Alquran, ada manusia yang baik dan ada manusia yang tidak baik. Manusia yang baik adalah mereka yang bisa memanfaatkan alam tanpa merusaknya, melainkan memeliharanya. Misalnya, ketika menebang pohon yang besar, maka telah dilakukan antisipasi sebelumnya dengan menanam pohon dengan jumlah yang sama jauh-­jauh sebelum menebang yang lainnya. Sementara manusia yang tidak baik, mereka hanya memikirkan keuntungan yang didapat dari menebang pohon tanpa memikirkan penanamannya sehingga dapat mengakibatkan banjir dan longsor yang merugikan banyak masyarakat di sekitar penebangan hutan. Mereka yang berbuat kerusakan di muka bumi inilah yang diancam Allah masuk neraka karena mereka termasuk orang-orang yang kufur nikmat.

Bagaimana supaya kita termasuk orang yang beriman dan berbuat baik, yang dicintai Allah dan akan masuk surga sebagai imbalannya? Ada banyak cara untuk bersyukur dan menikmati karuniai Allah di bumi sehingga kita tidak termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi di antaranya adalah dengan menggalakkan hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan. Misalnya, selama kita bisa menggunakan transportasi umum, sebaiknya tidak menggunakan kendaraan pribadi.

Selain itu, slogan pemerintah untuk melakukan 3R (Reduce, Reuse and Recycle) ada baiknya untuk diikuti. Reduce artinya mengurangi konsumsi, yang tentu saja bisa berimplikasi pada pengurangan jumlah sampah. Reuse artinya memakai kembali apa yang sudah kita gunakan, misalnya tas kresek bekas berbelanja dapat kita gunakan untuk membungkus bekal pakaian atau barang bawaan kita, dan kemudian kita gunakan lagi untuk membuang sampah. Jadi meskipun penggunaan tas kresek kurang baik akibatnya terhadap alam mengingat memerlukan waktu ratusan tahun untuk penghancurannya di dalam tanah, setidaknya satu tas kresek bisa digunakan untuk tiga kali pemakaian. Recycle atau mendaur ulang artinya adalah memanfaatkan kembali barang yang sudah digunakan untuk dijadikan bahan membuat benda lain. Misalnya botol kemasan air dapat didaur ulang menjadi kemasan untuk produk non-pangan seperti untuk shampoo, detergent dan lain-lain atau didaur ulang untuk menjadi ember.

Baik laki-laki ataupun perempuan, mereka dapat bersikap ramah terhadap lingkungan misalnya dengan memilah sampah rumah tangga: sampah kering dan basah. Sampah basah lebih baik dibuang di lubang yang kita buat di sekitar rumah untuk kemudian dijadikan kompos yang berguna untuk pupuk tanaman, sedangkan sampah kering bisa diklasifikasi lagi menjadi sampah yang sudah tidak bisa didaur ulang dengan sampah yang bisa didaur ulang. Semua langkah yang nampak sepele ini jika dilakukan oleh perempuan atau laki-laki dewasa di rumah akan menjadi bagian gaya hidup yang dengan mudah akan dicontoh oleh anak-anak, generasi yang akan datang dan bermanfaat bagi penyelamatan serta pemeliharaan lingkungan di sekitar kita. Tentu saja kita juga hendaknya mematikan listrik dan keran saat tidak digunakan. Let’s think big; start small and act now untuk penyelamatan lingkungan karena Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. Wallahu a’lam  bish-shawab. {}

Baca Juga:

Tafsir Alquran 1: Perempuan dan Pemeliharaan Lingkungan

Tafsir Alquran 2: Ayat-Ayat Alquran tentang Penyelamatan Lingkungan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here