Categories: beritakiprah

Antara Cita dan Realita: Sebuah catatan Monitoring II, Almunus Madrasah Rahima

Senyum pun terukir indah di setiap peserta. Tidak ada tanda keletihan di raut muka mereka meskipun sudah menunggu dalam waktu lama dalam keadaan berpuasa. Semuanya riang, saling bertegur dalam keakraban. Seakan sebuah keluarga yang sudah lama berpisah bertemu kembali. Tidak ada rasa canggung, mereka melebur dalam semangat kebersamaan yang jauh dari basa-basi.

Acara yang harusnya mulai jam 14.00 “terpaksa” diundur jam 15.30 karena menunggu teman-teman yang belum datang. Maklumlah peserta kegiatan ini bukanlah orang-orang biasa, mereka mempunyai cita-cita untuk menciptakan keadilan relasi antara perempuan dan laki-laki. Tidak perduli keberadaannya di muka bumi ini sebagai titik titik tak terkenali.

Mereka adalah para aktivis pimpinan di masing-masing komunitas dari tiga kawasan, yaitu Bogor, Ciputat, dan Depok. Ada dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),  Himpunan Mahasiwa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Forum Mahasiwa Ciputat (Formaci), Seroja, penuh semangat meskipun selalu terlambat hadir. Kegiatan kedua ini merupakan monitoring kegiatan Tadarus Madrasah Rahima untuk Aktivis Mahasiwa yang telah berlangsung dalam tiga pertemuan .

Selain sebagai forum silaturahmi juga untuk sharing pengalaman. Setiap peserta mempresentasikan pengalaman individual maupun komunitasnya. Materi-materi pelatihan seperti analisis sosial, isu kesetaraan dan keadilan dalam berbagai perspektif (agama, hukum, sosial, ekonomi, budaya), pendampingan masyarakat, globalisasi yang telah di berikan Rahima dalam Tadarus digunakan sebagai kerangka analisis dalam mempresentasikan pengalamannya.

Semua orang menjadi narasumber dan tidak ada yang merasa lebih pandai. Setiap peserta bebas mengungkapkan suatu kondisi sosial yang dialami dengan cara yang santun. Cara belajar orang dewasa (andradogi) seperti inilah yang diterapkan sehingga semua orang merasa di butuhkan keberadaannya dan setiap peserta menjadi peserta aktif .

Komunitas Bogor mendapat giliran pertama. Di komunitas ini kegiatan di arahkan pada pemberdayaan perempuan dan partisipasi pengembangan daerah. Salah satu bentuk konkretnya adalah penanaman pohon di beberapa daerah dan ruas jalan yang banyak melibatkan perempuan. Bagaimanapun masyarakat menganggap perempuan tidak bisa bekerja, maka kegiatan ini sebagai salah satu proses penyadaran bahwa wanita bisa berkarya.

Di Komunitas Ciputat kegiatan di arahkan pada pengembangan organisasi dan terus melakukan penyadaran terhadap lingkungan (masyarakat dan kader). Caranya dengan memasukkan tema-tema gender dalam setiap pengkaderan yang dilakukan maupun dalam tema-tema diskusi. Penyadaran kepada masyarakat kampus dilakukan dengan melakukan seminar-seminar. Hasil konkret kegiatan ini adalah munculnya perempuan-perempuan yang siap menjadi  pemimpin di komunitasnya.

Komunitas Depok memprioritaskan mengawal RUU Paket Politik yang sedang di bahas DPR Dengan mempelajari pemikiran para anggota Dewan, didorong  agar peduli terhadap keterwakilan perempuan di Parlemen. Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kuota perempuan di parlemen.Terlihat tiga komunitas mempunyai spesifikasi masing-masing.

Kegiatan ini mengingatkan tentang perlunya bekerja sama, dan mengingatkan bahwa kita tidak berjuang sendiri untuk cita-cita kesetaraan. Semoga realita dimana banyak perempuan masih dimarginalkan, bisa segera diatasi sehingga cita-cita terbentuknya  relasi yang setara antara perempuan dan laki-laki bisa tercapai dan dunia pun menjadi damai. Semoga.

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Kebijakan Pemerintah yang Tidak Berpihak pada Rakyat, Bagaimana Hukumnya?

Oleh: Ustaz Abdillah Assalamualaikum Wr. Wb. Saudaraku yang dirahmati Allah Swt Kebijakan pemerintah yang tidak…

14 jam ago

Apakah Perempuan Bekerja Bukan Istri Salihah?

Oleh: Nyai Ummi Habibah Assalamu’alaikum Wr.Wb. Apakah perempuan bekerja bukan istri salihah? Sahabat Rahima yang…

2 hari ago

Perlukah Mahram Saat Perempuan Bepergian, untuk Keamanan?

Oleh: Nyai Rindang Farihah  Assalamualaikum Wr. Wb. Pemirsa yang dirahmati Allah swt, Perlukah mahram saat…

3 hari ago

Apakah Status Kepala Keluarga dalam Islam Dimiliki Secara Mutlak Oleh Laki-laki?

Oleh: Nyai Emma Rahmawati Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Pemirsa yang dirahmati Allah, Pada kesempatan kali ini,…

4 hari ago

Poligami Adalah Kekerasan, Mengapa?

Oleh: Nyai Faiqotul Mala Assalamualaikum Wr. Wb. Pemirsa yang dirahmati Allah.  Apakah betul poligami adalah…

5 hari ago

Gugat Cerai karena KDRT, Apakah Mendapatkan Hak Nafkah dari Mantan Suami?

Oleh: Nyai Yayu Nur Hasanah Assalamu’alaikum Wr.Wb Gugat Cerai Karena KDRT, Apakah Berhak Mendapat Nafkah?…

6 hari ago