Artikel

Hatimu Menentukan Pasanganmu

Oleh: Siti Muyassarotul Hafidzoh

Setiap manusia pasti menginginkan jodoh yang saleh atau salehah, berharap pasangan kita menjadi pasangan di dunia maupun pasangan di akhirat. Saling menjaga, saling mencintai dan juga bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt.

Sering kita mendengar kriteria perempuan salehah. Lantas bagaimana kemudian kriteria laki-laki yang saleh? Apa makna saleh itu sendiri? Di dalam Shahih Bukhari dan Muslim terdapat hadis yang bersumber dari Nu’man bin Basyir ra, ia menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Alaa wa inna fil jasadi mudghotan. Idzaa sholuhat sholuhal jasadu kulluh. Wa idzaa fasadat fasadal jasadu kulluh. Alaa wa hiyal qolb.”  Artinya, ketahuilah sesungguhnya di dalam jasad ini ada segumpal darah. Apabila ia baik, maka baiklah seluruh jasad tersebut. Tapi apabila ia buruk, maka buruklah seluruh jasad tersebut. Gumpalan darah tersebut adalah hati (HR Bukhari Muslim). 

Pesan yang terkandung dalam hadis tersebut adalah bahwa hati yang bersih dan jernih menjadi dasar bagi manusia untuk menuju pribadi yang saleh. Maka apabila seseorang memiliki akhlak yang terpuji, memiliki pergaulan yang baik, tak lain ini adalah cerminan dari hatinya yang bersih dan jernih.

Pasangan yang saleh, tak lain dia adalah yang memiliki komitmen dalam hatinya, yakni baik laki-laki maupun perempuan, berkomitmen untuk selalu menghadirkan nilai-nilai kebaikan. Untuk selalu menghadirkan cinta dan kasih sayang dan juga selalu menghadirkan rasa bahagia bagi pasangannya.

Lantas, bagaimana orang tersebut supaya memiliki hati yang tetap bersih dan juga jernih? Juga hati yang selalu iman dan takwa kepada Allah. Caranya, kita harus selalu meningkatkan kebaikan-kebaikan dalam setiap hidup kita. Kita juga perlu melangitkan doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Doanya, “Yaa muqollibal quluub. Tsabbit qolbii ‘alaa diinik wa as`aluka qolban saliiman.” Artinya, ya Allah, Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati ini pada keimanan, pada agama-Mu. Dan aku mohon berikan hati yang suci. Hati yang bersih.

Selain itu, sebenarnya Rasulullah saw juga memberi tips bagi kita semua ketika mencari pasangan yang saleh maupun salehah. Dalam hadis beliau, “’an abii hurairata radhiyallahu ‘anh annan nabiyya shallallahu ‘alaihi wasallama qooal tunkahul mar`h li arba’iin, li maalihaa, wa lihasaabihaa wa lijamaalihaa wa lidiinihaa, fazhfar bidzaatiddiin taribat yadak.” Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Perempuan itu dinikahi karena empat hal. Pertama, karena hartanya. Kedua, karena nasabnya. Ketiga, karena kecantikannya. Terakhir, karena agamanya. Perhatikanlah agamanya dan kamu termasuk orang yang beruntung” (HR Bukhari Muslim). 

Pesan hadis tersebut sebenarnya juga berlaku bagi laki-laki. Sebagai perempuan kita juga bisa memperhatikan laki-laki dalam empat kriteria tersebut. Memperhatikan agamanya adalah yang paling utama dari tiga hal sebelumnya. Melalui hal tersebut, kita bisa memetik pelajaran bahwa mencari jodoh yang baik dan saleh adalah yang memiliki harta, nasab yang baik, kecantikan atau ketampanan, juga agamanya yang baik.

Agama dan keimanan berada di hati. Hati yang hanya beriman kepada Allah Swt akan senantiasa berkomitmen untuk selalu menghadirkan  kebaikan. Maka dari itu, carilah, dan atau jadilah pasangan yang tidak saling menyakiti. Basisnya adalah rasa saling menghormati, mencintai, menjaga, setia, dan memberi rasa bahagia.

Ketika seseorang memiliki komitmen tersebut, maka baik laki-laki maupun perempuan, termasuk salah satu orang yang memiliki keperibadian yang saleh atau salehah. Kita harus ingat bahwa siapa yang saleh, maka dia akan mendapatkan pasangan yang saleh juga. Hal ini ditegaskan dalam Alquran surat An-Nuur ayat 26.

Selain kita untuk selalu tetap ikhtiyar untuk mencari jodoh yang saleh ataupun salehah, kita juga tidak boleh lupa selalu melangitkan doa agar hati kita tetap dalam keimanan, keislaman, dan memiliki hati yang bersih juga jernih.

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Fenomena Fatherless Dalam Parenting Perspektif Islam

Oleh: Kyai Efi Afifi Assalamualaikum, Wr. Wb. Menjadi orang tua dan mendidik anak bukanlah hal…

11 jam ago

Menguatkan Dakwah Transformatif Ulama Perempuan di Tadarus Ke-5 PUP Jawa Tengah

Pada 14–17 Mei 2026, Rahima menyelenggarakan Tadarus ke-5 Pendidikan Pengaderan Ulama Perempuan (PUP) Jawa Tengah…

1 hari ago

Poligami dalam KUHP Nasional

Oleh: Nyai Rusdaya Basri Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pada 2 Januari 2026, pemerintah secara resmi…

1 hari ago

Nikah Siri dalam KUHP: UU NO 1 Tahun 2023

Oleh: Kyai Afwan Zuhdi Assalamu’alaikum, Wr. Wb. Para pemirsa yang dirahmati Allah .. Apakah anda…

2 hari ago

Pemberdayaan Lansia : Memberikan Ruang Bermakna bagi Lansia

Oleh: Nyai Novi Assirotun N Assalamualaikum, Wr. Wb. Ramadan bukan sekadar menahan lapar, tapi tentang…

3 hari ago

Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

Ulama perempuan yang tergabung dalam Jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) menggelar puncak peringatan Bulan…

4 hari ago