Media dan Strategi Kampanye Rahima: Sebuah Refleksi

Sebagai lembaga yang fokus pada pendidikan dan informasi Islam dan hak-hak perempuan, Rahima memiliki berbagai platform media untuk mendistribusikan gagasannya. Salah satu media yang dimiliki Rahima semenjak berdiri adalah Swara Rahima, sebuah majalah yang terbit berkala. Semenjak kelahiran­nya, Swara Rahima telah terbit sebanyak lima puluh empat kali. Ini artinya, Swara Rahima telah menyapa pembaca deng­an berbagai tema, mulai dari kepemimpinan perempuan, jihad, Islam dan HIV/AIDS, pendidikan Islam dan keadilan perempuan, kematian ibu, tafsir ulang politik perempuan, ukhuwah nisaiyah, dan lain sebagai­nya.

Selain itu, Rahima juga memiliki platform media online. Media online di era digital ini tak bisa lagi diabaikan atau dianggap sederhana. Sebagaimana yang diketahui, distribusi informasi dan gagasan, belakangan ini, lebih mudah menggunakan media online karena memung­kinkan untuk menjangkau lebih banyak pembaca.

Untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas konten media tersebut, serta untuk membangun strategi baru dalam kampanye ataupun distribusi gagasan, Rahima me­ngadakan evaluasi pada seluruh platform media yang dimiliki, baik offline atau online.

Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 1 Juli 2019 itu dihadiri oleh pengikut (followers) aktif media sosial Rahima dan pembaca majalah Swara Rahima. Tiga fokus eva­luasi media ini adalah (1) eva­luasi efektifitas kampanye yang telah dilakukan melalui media; (2) penghimpunan data dan informasi terkait perubahan yang terjadi di level individu maupun komunitas sebagai dampak pelaksanaan kegiatan kampanye yang telah dilakukan; (3) mendapatkan rekomendasi untuk strategi kampanye isu yang menjadi fokus Rahima.

Dalam evaluasi tersebut terlihat bahwa perlu adanya inovasi dan strategi baru dalam penyajian konten. Khusus media online, identifikasi pembaca dan target audiens dalam hal ini menjadi penting supaya pesan yang disampaikan diterima de­ngan baik oleh target media Rahima. Melalui media pula, Rahima melakukan counter narasi pada pembacaan teks yang misoginis atau melemahkan pe­rempuan dengan menghadirkan pandangan yang lebih ramah pada perempuan berdasarkan khasanah klasik yang dimiliki oleh Islam.

Rahima menyadari masih banyak pekerjaan rumah untuk mengembangkan platform medianya. Mendengarkan masukan dari pembacanya, baik dari followers aktif, mitra, dan lingkar baca Swara Rahima, diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan strategi kampanye Rahima. Melalui kegiatan ini, Rahima berharap konten dan gagasan yang diproduksi dapat bermanfaat bagi ma­syarakat luas serta menjadi pusat informasi yang berkesesuaian dengan zaman yang sedang berkembang saat ini.[Andi Nur Fa’izah]

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Aborsi: Bagian 2

Pendapat para ulama terkait fiqh aborsi sangat beragam, meskipun dengan argumentasi yang sama-sama bersumber dari…

3 hari ago

Aborsi: Bagian 1

Suatu ketika dalam sebuah pengajian bulanan, para peserta terenyuh oleh tanggapan seorang ibu muda. Sebut…

3 hari ago

Partisipasi Suami dalam Kesehatan Ibu dan Anak

Nuri mengeluhkan suaminya tidak pernah memperhatikannya selama masa kehamilan. Saat hamil, ia jalan-jalan pagi di…

4 hari ago

KB dan Kontrasepsi

Siti mengaku punya masalah dengan suaminya setelah melahirkan dua anak perempuan dari pernikahannya. Suaminya ingin…

5 hari ago

Hubungan Seksual Suami-Istri

Zainab sangat syok setelah melakukan hubungan seksual pertama kali dengan suami di malam pertama pernikahannya.…

6 hari ago

Perjanjian Perkawinan

Nama saya Endah. Awalnya saya berdiskusi dengan calon suami sebelum menikah. Karena masing-masing mempunyai perbedaan…

7 hari ago