Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Reproduksi BERSAMA BPJS JAKARTA TIMUR

Sekitar 20 perempuan paruh baya menghadiri Sosialisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang diselenggarakan oleh Rahima dan Jaringan Perempuan Peduli Kesehatan Reproduksi Perempuan (JP2K) bekerja sama dengan BPJS Ke­sehatan Jakarta Timur di Balai Warga, Kelurahan Makasar, Jakarta Timur.

Kegiatan yang diselenggarakan pada 27 Maret 2019 itu mendapatkan apresiasi yang baik dari pihak kelurahan Makasar. Ibu Fima Rahmawati, Kabid Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Makasar, berharap pada peserta untuk mensosialisasikan informasi reproduksi perempuan serta kaitannya dengan jaminan BPJS Kesehatan yang telah didapatkan pada tetangga atau warga yang lain.

Dalam sambutannya, Direktur Perhimpunan Rahima, Pera Sopariyanti, berbicara perihal kesehatan reproduksi perempuan dan relasi antara suami istri yang seharusnya terjalin. Beliau juga menjelaskan bagaimana cara melahirkan generasi yang berkualitas, di antaranya adalah dengan memulai proses pernikahan yang baik. Pernikahan, menurut Pera, haruslah menjadi sakinah (ketenangan/ketentraman), mawaddah (menyayangi dengan syarat), rahmah (mencintai dan mengasihi tanpa syarat) bagi semua anggota keluarga, pun pada istri dan anak, di mana mereka harus sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Suhmawardi, peneliti dari Perhimpunan Rahima, menyampaikan dalam presentasinya bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mempresentasikan hasil penelitian tentang respons masyarakat terhadap pelayanan BPJS Kesehatan yang dilakukan di 15 provinsi dan kabupaten. Adapun responden penelitian ini, adalah perempuan berusia sekitar 15-65 tahun, baik yang menjadi anggota BPJS maupun bukan anggota BPJS.

Pada kesempatan itu, hadir pula BPJS Kesehatan yang diwakili oleh Hibatus Zuhriyah. Dalam penjelasannya, Ria me­ngatakan bahwa BPJS Kesehatan hadir untuk memudahkan akses masyarakat pada layanan kesehatan. Ria juga menyampaikan bahwa hampir semua pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dijamin BPJS Kesehatan, kecuali untuk pelayanan kemandulan dan vaksin.

BPJS Kesehatan juga menjamin segala keluhan terkait reproduksi perempuan termasuk tahap operasi, termasuk deteksi dini kanker serviks. Peserta BPJS Kesehatan bisa memeriksakan diri untuk mendeteksi kanker serviks di fasilitas kesehatan tingkat pertama atau lembaga yang telah bekerjasama dengan BPJS, yang memiliki pelayanan pap smear dan IVA (Inpenksi, Visual, dan Asam asetat). Di penghujunga acara, Ria menyarankan kepada peserta untuk tidak takut melakukan papsmear khususnya bagi pe­rempuan yang telah menikah, sebagai upaya pencegahan pe­nyakit kanker serviks.

Hasil penelitian yang memotret skema Jaminan ke­sehatan Nasional (JKN) dalam kaitannya dengan kebutuhan perempuan, dan pelayanan ke­sehatan reproduksi dan sek­sual ini akan digunakan sebagai dasar advokasi pada pihak pemerintah.[Isthiqonita]

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Wilayah (Perwalian)

Konsep wilayah (perwalian) menekankan pandangan tentang perlindungan sebelum menikah, dimana perempuan berada di bawah perlindungan…

22 jam ago

Bagaimana Konsep Qiwwamah (Kepempimpinan Keluarga) dalam Mewujudkan Keluarga Bahagia?

Bu Sri harus bangun lebih cepat setiap harinya. Sebelum azan subuh, dia telah bergegas mempersiapkan…

3 hari ago

Saling Rela

Salah satu yang paling dibutuhkan dalam mempererat dan mempertahankan ikatan perkawinan adalah saling pengertian. Sikap…

4 hari ago

Saling Musyawarah

Musyawarah menjadi pilar penting dalam relasi suami-istri dalam memutuskan sesuatu terkait dengan kehidupan rumah tangga…

1 minggu ago

Merawat Bersama, Mengurai Beban: Refleksi Atas Penelitian tentang Kerja Perawatan Berbayar Di Lampung

Rabu, 9 Juli 2026, Kalyanamitra bekerjasama dengan Rahima, melaksanakan kegiatan “Merawat Bersama, Mengurai Beban: Refleksi…

1 minggu ago

Saling Memperlakukan dengan Baik

Seperti diungkap pada tulisan sebelumnya, ada saatnya hubungan perkawinan dihadapkan pada situasi yang rentan memicu…

1 minggu ago