Oleh KH. Helmy Ali
Satu hal yang perlu dicatat itu bahwa secara prinsip agama itu mengajar agar kita hidup sehat dan seimbang (supaya kita bisa bisa mengabdi kepada Tuhan secara maksimal), dan fondasinya itu (hidup) teratur (tertib) dan bersih.
Coba perhatikan waktu-waktu tertentu di mana kita diperintahkan untuk berhenti beraktifitas sejenak untuk mendirikan salat (menjernihkan pikiran dan hati); dan sebelum salat harus membersihkan diri (bagaian tubuh yang aktif), mudah terkena atau bersentuhan dengan benda lain yang tidak jelas asal usulnya (bisa dimaknai membersihkan diri secara keseluruhan; karena efek nya bisa mempengaruhi tubuh secara keseluruhan). Lalu ada waktu-waktu tertentu yg bersifat tahunan untuk puasa (juga membersihkan isi dalam tubuh, dan menekan kecenderungan-kecenderungan yang bersifat biologis), dan sebagainya.
Jadi lepas dari soal takdir (yang kini diperdebatkan), agama mengajar kita agar kita sehat, tertib, teratur, dan bersih. Kita disuruh untuk menjaga diri dari berbagai macam penyakit (fisik dan hati), yang mempengaruhi kualitas iman (menjadi iman lebih stabil) dan pengabdian kita kepada Tuhan, yang melimpah ruah rahmat-Nya dan berkesinambungan kasih sayang-Nya
Oleh: Nyai Maisaroh Syarbini Assalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh Hadirin yang dirahamati Allah, Pesantren adalah…
Oleh: Nyai Ai Sadidah Assalamu’alaikum Wr. Wb. Para ahli ekonomi memprediksi situasi ekonomi global dan…
Oleh: Kyai Efi Afifi Assalamualaikum, Wr. Wb. Menjadi orang tua dan mendidik anak bukanlah hal…
Pada 14–17 Mei 2026, Rahima menyelenggarakan Tadarus ke-5 Pendidikan Pengaderan Ulama Perempuan (PUP) Jawa Tengah…
Oleh: Nyai Rusdaya Basri Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pada 2 Januari 2026, pemerintah secara resmi…
Oleh: Kyai Afwan Zuhdi Assalamu’alaikum, Wr. Wb. Para pemirsa yang dirahmati Allah .. Apakah anda…