Oleh KH. Helmy Ali
Satu hal yang perlu dicatat itu bahwa secara prinsip agama itu mengajar agar kita hidup sehat dan seimbang (supaya kita bisa bisa mengabdi kepada Tuhan secara maksimal), dan fondasinya itu (hidup) teratur (tertib) dan bersih.
Coba perhatikan waktu-waktu tertentu di mana kita diperintahkan untuk berhenti beraktifitas sejenak untuk mendirikan salat (menjernihkan pikiran dan hati); dan sebelum salat harus membersihkan diri (bagaian tubuh yang aktif), mudah terkena atau bersentuhan dengan benda lain yang tidak jelas asal usulnya (bisa dimaknai membersihkan diri secara keseluruhan; karena efek nya bisa mempengaruhi tubuh secara keseluruhan). Lalu ada waktu-waktu tertentu yg bersifat tahunan untuk puasa (juga membersihkan isi dalam tubuh, dan menekan kecenderungan-kecenderungan yang bersifat biologis), dan sebagainya.
Jadi lepas dari soal takdir (yang kini diperdebatkan), agama mengajar kita agar kita sehat, tertib, teratur, dan bersih. Kita disuruh untuk menjaga diri dari berbagai macam penyakit (fisik dan hati), yang mempengaruhi kualitas iman (menjadi iman lebih stabil) dan pengabdian kita kepada Tuhan, yang melimpah ruah rahmat-Nya dan berkesinambungan kasih sayang-Nya
Oleh: Nyai Enok Ghosiyah Assalamu’alaikum Wr. Wb Kapan menikah itu dianjurkan dan dilarang dalam Islam?…
Oleh: Nyai Imas Roihatul Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Banyak orang ragu apakah berenang dapat membatalkan puasa…
Oleh: Nyai Ninin Karlina Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Apakah main game saat bulan Ramadhan membatalkan puasa?…
Oleh: Nyai Zainab Assalamu’alaikum Wr.Wb. Suntik dilakukan untuk memasukkan obat atau cairan ke dalam tubuh…
Oleh: Wanda Roxanne Rahima telah melaksanakan Workshop Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Pesantren Ath-Thohiriyyah,…
Oleh: Nyai Dewi Malky Assalamu’alikum Wr. Wb. Apakah menggunakan tetes mata dapat membatalkan puasa?…