Kajian Islam

Nikah Siri dalam KUHP: UU NO 1 Tahun 2023

Oleh: Kyai Afwan Zuhdi

Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

Para pemirsa yang dirahmati Allah ..

Apakah anda tahu bagaimana nikah siri dalam KUHP?

Sebelum kita mengetahui nikah siri dalam  KUHP mari kita bahas dulu apa pengertian nikah siri? Dan bagaimana hukum serta status nikah siri?

Pertama apa yang disebut nikah sirr?

 Asal katanya, berasal dari bahasa Arab “Sirrun” yang berarti rahasia atau tersembunyi

Nikah siri yang dikenal di masyarakat kita adalah pernikahan yang dilakukan menurut hukum agama Islam, terpenuhi rukun dan syarat pernikahan tetapi tidak dicatat di lembaga pencatatan negara atau KUA, sehingga tidak sah di mata hukum positif Indonesia

Kedua, Apa hukum dan status nikah siri?

Menurut agama, mayoritas Ulama mengatakan hukumnya sah jika memenuhi rukun dan syarat pernikahan yaitu ada mempelai laki laki, mempelai perempuan, wali nikah, 2 orang saksi dan ijab qabul.

Sedangkan menurut hukum positif adalah illegal atau tidak sah karena tidak tercatat, sebagaimana yang terdapat dalam pasal 2 UU No 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

Bagaimana legalitas nikah siri?

Nikah siri tidak memiliki kekuatan hukum negara, karena tidak ada surat nikah.

Nah pemirsa yang berbahagia,

Bagaimana nikah siri menurut KUHP baru yang terdapat dalam UU No 1 tahun 2023?

KUHP baru yang berlaku mulai 2 Januari 2026 tidak secara eksplisit melarang nikah siri, namun mempidanakan perkawinan tidak tercatat yang melanggar aturan hukum sebagaimna yang tercantum dalam pasal 402 dan 403. Pelaku bisa dipidana 4,5 tahun sampai 6 tahun penjara jika nikah siri dilakukan saat masih terikat perkawinan sah, poligami tanpa ijin Pengadilan atau menyembunyikan status.

Mari kita lihat, Apa poin penting terkait nikah siri dalam KUHP baru?

  1. Fokus pada pelanggaran hukum: KUHP baru melarang perkawinan yang memiliki penghalang hukum, seperti menikahi seseorang yang masih terikat perkawinan sah dengan orang lain.
  2. Sanksi pidana: Pasal 402 dan 403 mengatur pidana bagi mereka yang melangsungkan perkawinan termasuk nikah siri, padahal mengetahui ada halangan hukum atau menyembunyikan hal tersebut.

Oleh sebab itu mari kita jauhi nikah siri karena mempunyai dampak yang luar biasa.

Sekali lagi mari kita hindari nikah siri karena banyak dampak negatifnya dan segera mencatatkan pernikahannya di KUA sehingga menjadi keluarga bahagia, sakinah mawaddah warohmah.

Demikian yang dapat kami sampaikan semoga menjadi bahan perhatian kita bersama  dan bermanfaat untuk kita semua.

Wassalamualaikum, Wr. Wb.

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Aborsi: Bagian 2

Pendapat para ulama terkait fiqh aborsi sangat beragam, meskipun dengan argumentasi yang sama-sama bersumber dari…

3 hari ago

Aborsi: Bagian 1

Suatu ketika dalam sebuah pengajian bulanan, para peserta terenyuh oleh tanggapan seorang ibu muda. Sebut…

3 hari ago

Partisipasi Suami dalam Kesehatan Ibu dan Anak

Nuri mengeluhkan suaminya tidak pernah memperhatikannya selama masa kehamilan. Saat hamil, ia jalan-jalan pagi di…

4 hari ago

KB dan Kontrasepsi

Siti mengaku punya masalah dengan suaminya setelah melahirkan dua anak perempuan dari pernikahannya. Suaminya ingin…

5 hari ago

Hubungan Seksual Suami-Istri

Zainab sangat syok setelah melakukan hubungan seksual pertama kali dengan suami di malam pertama pernikahannya.…

6 hari ago

Perjanjian Perkawinan

Nama saya Endah. Awalnya saya berdiskusi dengan calon suami sebelum menikah. Karena masing-masing mempunyai perbedaan…

7 hari ago