Kajian Islam

Apakah Pekerjaan Domestik Menjadi Kewajiban Istri Meskipun Dia Bekerja?

Oleh: Nyai Muyassarotul Hafidzoh

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Apakah pekerjaan domestik menjadi kewajiban istri meskipun dia bekerja? 

Pekerjaan domestik seperti mencuci baju, menyapu, mencuci piring, mengepel dan lainnya adalah pekerjaan mulia, karena itu menjadi tanggungjawab semua keluarga baik istri, suami, anak dan lainnya yang hidup bersama dalam satu rumah. Karena pekerjaan mulia, maka siapapun yang melakukannya akan mendapatkan pahala.

Pekerjaan domestik juga bagian dari mewujudkan keluarga yang maslahah, yakni keluarga yang seluruh anggota keluarganya merasa bahagia, saling menghargai, saling mendukung, dan bekerjasama. Mereka tumbuh bersama menjadi diri yang baik dan mampu memberikan kebaikan bagi keluarga yang lainnya.  

Karena itu mewujudkan kemaslahatan dalam keluarga terutama dalam hal mengerjakan pekerjaan domestik sesuatu yang harus dilakukan bersama-sama oleh seluruh anggota keluarga dengan prinsip musyawarah, saling rela, tolong menolong dan bekerjasama antar satu dan lainnya. 

Rasululllah telah memberi teladan kepada kita; disebutkan dalam sahih bukhari halaman 792 sahabat Aswad bertanya kepada sayyidah Aisyah, tentang apa yang dilakukan Nabi di dalam Rumah. Sayyidah Aisyah menjawab; Rasulullah sangat gesit mengerjakan pekerjaan rumah, dan apabila waktu salat tiba, beliau segera mendirikan salat.

Bahkan dalam hadis lain dalam kitab musnad Imam Ahmad bin hambal juz 33, diceritakan bahwa Rasulullah pernah menjahit baju, memerah susu kambing dan mengerjakan keperluan dirinya sendiri tanpa menyuruh istrinya. 

Mewujudkan keluarga yang sakinah, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah menjadi komitmen yang harus dibangun dalam keluarga, terutama suami dan istri. Keduanya bekerjasama dalam mewujudkan kemaslahatan dan saling membahagiakan termasuk dalam pekerjaan domestik dan pengasuhan. 

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Halaqah Penguatan Kepemimpinan Ulama Perempuan (PKUP) Seri Pemaju di Yogyakarta

Pada 19-21 Agustus 2026, Rahima melaksanakan Halaqoh Penguatan Kepemimpinan Ulama Perempuan (PKUP) Seri Pemaju di…

2 hari ago

Kelas Ekologi Festival Jagat: Praktik Pengolahan Sampah hingga Kopi Inklusif di Seblak

Jombang - Perhelatan Festival Jagat di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada…

6 hari ago

Fun Games di Festival Jagat: Medium Edukasi Ekologi dan Toleransi bagi Santri Seblak

Jombang - Ratusan santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) mengikuti rangkaian acara…

1 minggu ago

Festival Jagat 2026: Tokoh Lintas Agama Dorong Aksi Nyata Hadapi Krisis Ekologi

Jombang - Krisis ekologi dan kerusakan lingkungan hidup dinilai sudah mencapai tingkat darurat yang menuntut…

2 minggu ago

Pakta Kesalingan: Merajut Kesetaraan, Menyulam Harmoni untuk Pernikahan Abadi

Oleh: Irma Riyani   “Kami akan saling mencintai, saling menyayangi, saling menghormati dan saling menghargai…

1 bulan ago