Kajian Islam

Apakah Benar Perempuan Bekerja Tidak Berkah bagi Ekonomi Keluarga?

Oleh: Nyai Neng Hannah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pemirsa yang dirahmati Allah,

Hari ini, kita akan membahas sebuah pertanyaan yang sering muncul di masyarakat: Apakah benar perempuan bekerja tidak berkah bagi ekonomi keluarga? Mari kita renungkan bersama dengan pandangan yang adil dan berdasarkan ajaran Islam.

Pertama-tama, kita harus memahami bahwa Islam memandang laki-laki dan perempuan sebagai mitra yang setara dalam membangun kehidupan yang sejahtera. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 32: “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan…”

Ayat ini menegaskan bahwa setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki hak atas usaha dan kerja kerasnya. Oleh karena itu, perempuan yang bekerja dan berkontribusi pada ekonomi keluarga adalah sesuatu yang tidak hanya diperbolehkan, tetapi juga dihargai dalam Islam.

Dalam konteks qiraah mubadalah, kita diajak untuk melihat relasi gender sebagai hubungan yang saling melengkapi dan mendukung. Ketika perempuan bekerja, mereka tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan teladan bagi anak-anak mereka tentang pentingnya kemandirian dan kerja keras.

Selain itu, Rasulullah saw juga memberikan contoh melalui istri beliau, Khadijah RA, yang merupakan seorang pengusaha sukses. Dukungan dan kontribusi Khadijah dalam ekonomi keluarga Nabi tidak hanya membawa berkah, tetapi juga menjadi salah satu pilar penting dalam dakwah Islam.

Oleh karena itu, mari kita ubah pandangan kita tentang perempuan bekerja. Bukan sebagai sesuatu yang mengurangi berkah, tetapi justru sebagai bentuk kontribusi yang berharga dan membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat.

Semoga Allah Swt senantiasa memberikan kita pemahaman yang benar dan membuka hati kita untuk menerima kebaikan dari setiap usaha yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga, baik laki-laki maupun perempuan.

Wallahu yarhamuna birahmati taamah fiddini waddunya wal akhirah Wallahul muafiq ila aqwami thaariq

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Halaqah Penguatan Kepemimpinan Ulama Perempuan (PKUP) Seri Pemaju di Yogyakarta

Pada 19-21 Agustus 2026, Rahima melaksanakan Halaqoh Penguatan Kepemimpinan Ulama Perempuan (PKUP) Seri Pemaju di…

2 hari ago

Kelas Ekologi Festival Jagat: Praktik Pengolahan Sampah hingga Kopi Inklusif di Seblak

Jombang - Perhelatan Festival Jagat di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada…

6 hari ago

Fun Games di Festival Jagat: Medium Edukasi Ekologi dan Toleransi bagi Santri Seblak

Jombang - Ratusan santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) mengikuti rangkaian acara…

1 minggu ago

Festival Jagat 2026: Tokoh Lintas Agama Dorong Aksi Nyata Hadapi Krisis Ekologi

Jombang - Krisis ekologi dan kerusakan lingkungan hidup dinilai sudah mencapai tingkat darurat yang menuntut…

2 minggu ago

Pakta Kesalingan: Merajut Kesetaraan, Menyulam Harmoni untuk Pernikahan Abadi

Oleh: Irma Riyani   “Kami akan saling mencintai, saling menyayangi, saling menghormati dan saling menghargai…

1 bulan ago