Oleh: Nyai Siti Nur Halimah
Assalamualaikum. Wr. Wb.
Bagaimana cara memaknai ramadhan dengan lebih mindfulness?
Terkadang ibadah kita hanya sekedar rutinitas tanpa kehadiran hati, salat tapi pikiran kemana mana, baca Al-Qur’an tapi hati tidak ikut membaca, puasa hanya dapat lapar dan hausnya saja.
Ramadan hadir bagaikan madrasah, yaitu bulan pendidikan bagi jiwa yang melatih kita agar naik kelas, bukan sekedar “lulus puasa”. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 183
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.
Ramadan adalah moment untuk menata niat, menenangkan diri dan hadir sepenuhnya. Hadir dalam ibadah, hadir dalam kesadaran dan menghadirkan hati. Karena target dari Ramadan adalah hadirnya takwa: hati yang lebih bersih, jiwa yang lebih terkendali dan akhlak yang lebih mulia.
Semoga, setelah keluar dari Ramadan, kondisi dan kualitas diri kita meningkat baik dalam aspek kehambaan kepada Tuhan maupun dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.
Wassalamualaikum Wr. Wb
Oleh: Nyai Maisaroh Syarbini Assalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh Hadirin yang dirahamati Allah, Pesantren adalah…
Oleh: Nyai Ai Sadidah Assalamu’alaikum Wr. Wb. Para ahli ekonomi memprediksi situasi ekonomi global dan…
Oleh: Kyai Efi Afifi Assalamualaikum, Wr. Wb. Menjadi orang tua dan mendidik anak bukanlah hal…
Pada 14–17 Mei 2026, Rahima menyelenggarakan Tadarus ke-5 Pendidikan Pengaderan Ulama Perempuan (PUP) Jawa Tengah…
Oleh: Nyai Rusdaya Basri Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pada 2 Januari 2026, pemerintah secara resmi…
Oleh: Kyai Afwan Zuhdi Assalamu’alaikum, Wr. Wb. Para pemirsa yang dirahmati Allah .. Apakah anda…