Oleh: Nyai Laily Nur Zakiya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pernahkah kalian mendengar tentang love scamming?

Atau jangan-jangan ada di sekitar kita bahkan mungkin hampir menimpa diri kita sendiri.

Love scamming adalah bentuk penipuan yang menggunakan cinta dan kedekatan emosional sebagai alat untuk menipu. Pelaku biasanya membangun hubungan secara intens lewat media sosial, aplikasi kencan, atau pesan pribadi, dengan identitas yang tidak jelas atau palsu. Awalnya mereka hadir sebagai sosok yang perhatian, romantis, dan seolah sangat memahami kita. Pelan-pelan korban dibuat merasa spesial, dipercaya, dan nyaman.

Setelah ikatan emosional terbentuk, barulah permintaan muncul. Ada yang mengaku sakit, bisnisnya bermasalah, mengalami kecelakaan, atau berjanji akan menikah asalkan dibantu secara finansial. Semua dibungkus dengan kata cinta dan janji masa depan.

Inilah yang membuat love scamming berbahaya. Korban sering tidak sadar sedang ditipu, karena yang disentuh lebih dulu bukan harta, tapi perasaan. Pelaku tampak perhatian, mapan, bahkan kadang mengaku religius. Akibatnya, ketika penipuan terbongkar, yang hilang bukan hanya uang, tetapi juga rasa aman, kepercayaan diri, dan keberanian untuk percaya lagi.

Dalam Islam, perbuatan ini jelas termasuk dosa besar. Love scamming mengandung kebohongan, penipuan, manipulasi emosi, dan pengambilan harta secara batil. Allah Swt berfirman dalam Surah An-Nisa’ ayat 29 bahwa orang beriman dilarang memakan harta sesama dengan cara yang tidak benar. Rasulullah saw bahkan menegaskan “Barang siapa menipu, maka ia bukan dari golonganku.”

Cinta yang sehat dalam Islam dibangun di atas kejujuran, amanah, dan kejelasan niat. Relasi yang baik tidak menyembunyikan identitas, tidak menghindari pertemuan secara wajar, tidak menekan secara emosional, dan tidak menjadikan uang sebagai bukti cinta. Jika seseorang mengaku mencintai, tetapi selalu menghindari kejelasan dan terus meminta bantuan finansial, maka itu bukan cinta, itu manipulasi.

Karena itu, kita perlu waspada. Jangan mudah percaya pada identitas di dunia maya. Jangan pernah mengirim uang atau data pribadi atas nama cinta, darurat, atau janji pernikahan. Libatkan orang terdekat agar kita tidak menilai hubungan hanya dari sudut pandang perasaan. Dan yang terpenting, jangan merasa bersalah jika memilih berhenti dari relasi yang mencurigakan.

Dan bagi siapa pun yang pernah menjadi korban love scamming, dengarkan ini baik-baik, kamu tidak bodoh dan lemah. Kamu berhak sembuh, berhak dilindungi, dan tetap berharga di hadapan Allah.

Semoga kita semua dijaga hatinya, imannya, dan akalnya. Agar cinta tetap menjadi jalan kebaikan, bukan jalan kezaliman.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Perlukah Seorang Muslim Memiliki Literasi Finansial?

Oleh: Nyai Irfatin Maisaroh Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Adakah di antara teman-teman yang suka membeli barang…

1 hari ago

Disabilitas, Apakah Aib Keluarga?

Oleh: Nyai Aniroh Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, hari ini kita membahas…

2 hari ago

Kebijakan Pemerintah yang Tidak Berpihak pada Rakyat, Bagaimana Hukumnya?

Oleh: Ustaz Abdillah Assalamualaikum Wr. Wb. Saudaraku yang dirahmati Allah Swt Kebijakan pemerintah yang tidak…

3 hari ago

Apakah Perempuan Bekerja Bukan Istri Salihah?

Oleh: Nyai Ummi Habibah Assalamu’alaikum Wr.Wb. Apakah perempuan bekerja bukan istri salihah? Sahabat Rahima yang…

4 hari ago

Perlukah Mahram Saat Perempuan Bepergian, untuk Keamanan?

Oleh: Nyai Rindang Farihah  Assalamualaikum Wr. Wb. Pemirsa yang dirahmati Allah swt, Perlukah mahram saat…

5 hari ago

Apakah Status Kepala Keluarga dalam Islam Dimiliki Secara Mutlak Oleh Laki-laki?

Oleh: Nyai Emma Rahmawati Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Pemirsa yang dirahmati Allah, Pada kesempatan kali ini,…

6 hari ago