Oleh: Nyai Fatmah

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ada yang bilang: kuliah itu scam.
Tapi pertanyaannya: siapa yang sebenarnya tertipu?

Sahabat-sahabat sekalian, Islam tidak pernah menipu dengan ilmu.
Yang sering menipu adalah cara kita memaknai ilmu itu sendiri.

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Nabi tidak bilang, ilmu pasti bikin kaya.
Tapi ilmu menyelamatkan cara berpikir dan cara hidup kita agar bahagia di dunia dan akhirat.

Allah Swt. menegaskan dalam Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 9:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِࣖ


Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.(QS. Az-Zumar: 9)

Kalau kuliah hanya mengejar gelar, tanpa adab, tanpa tanggung jawab sosial, maka wajar akan terasa hampa.

Tapi kalau ilmu dipakai untuk: melawan kebodohan, memutus ketidakadilan, dan membela yang dilemahkan, itulah ilmu yang bernilai ibadah.

Dan untuk perempuan:
menjadi berilmu bukan ancaman bagi iman, tapi bukti ketaatan.

Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah ulama. Islam tidak pernah menyuruh perempuan berhenti berpikir, yang dilarang adalah kesombongan tanpa ilmu.

Maka jangan turunkan cita-citamu hanya karena takut gagal.
Belajarlah setinggi mungkin, dengan niat yang lurus dan keberanian untuk berdampak/bermanfaat.

Karena perempuan berilmu
tidak mudah ditipu,
tidak mudah dibungkam,
dan tidak mudah dipatahkan.

Ramadan mengajarkan kita untuk bertanya ulang:
Untuk apa ilmuku? Untuk siapa gelarku? Dan ke mana aku akan menggunakannya?

Bukan kuliahnya yang scam.
Tapi hidup tanpa niat dan arah, itulah penipuan terbesar.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Care Work di Pesantren Tanpa Kekerasan

Oleh: Nyai Maisaroh Syarbini Assalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh Hadirin yang dirahamati Allah, Pesantren adalah…

1 minggu ago

Apa itu Resesi?

Oleh: Nyai Ai Sadidah Assalamu’alaikum Wr. Wb.  Para ahli ekonomi memprediksi situasi ekonomi global dan…

1 minggu ago

Fenomena Fatherless Dalam Parenting Perspektif Islam

Oleh: Kyai Efi Afifi Assalamualaikum, Wr. Wb. Menjadi orang tua dan mendidik anak bukanlah hal…

1 minggu ago

Menguatkan Dakwah Transformatif Ulama Perempuan di Tadarus Ke-5 PUP Jawa Tengah

Pada 14–17 Mei 2026, Rahima menyelenggarakan Tadarus ke-5 Pendidikan Pengaderan Ulama Perempuan (PUP) Jawa Tengah…

1 minggu ago

Poligami dalam KUHP Nasional

Oleh: Nyai Rusdaya Basri Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pada 2 Januari 2026, pemerintah secara resmi…

1 minggu ago

Nikah Siri dalam KUHP: UU NO 1 Tahun 2023

Oleh: Kyai Afwan Zuhdi Assalamu’alaikum, Wr. Wb. Para pemirsa yang dirahmati Allah .. Apakah anda…

2 minggu ago