Oleh: Nyai Hilya Malihah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salah satu nikmat terbesar yang sering kita anggap biasa adalah nikmat pangan. Makan sahur, berbuka, dan rezeki di meja kita adalah hasil dari kerja panjang manusia dan karunia Allah. Karena itu, Islam memandang urusan pangan sebagai bagian penting dari menjaga kehidupan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
“Makan dan minumlah dari rezeki Allah, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi.” (QS. Al-Baqarah: 60)
Ayat ini mengajarkan dua hal penting: menikmati rezeki dan menjaga keberlanjutannya. Inilah yang hari ini kita kenal sebagai ketahanan pangan.
Di negeri kita, ketahanan pangan sejatinya telah lama hidup melalui kearifan lokal. Nenek moyang kita menanam padi, singkong, jagung, sagu, dan berbagai tanaman lokal sesuai alamnya. Mereka menyimpan hasil panen, berbagi dengan tetangga, dan tidak berlebihan.
Ramadan adalah momentum untuk itu semua. Saat kita berpuasa, kita belajar menahan diri, merasakan lapar, dan memahami pentingnya pangan yang adil dan berkelanjutan. Maka, mari kita mulai dari hal kecil: menghargai makanan lokal, tidak menyia-nyiakan makanan, mendukung petani sekitar, dan berbagi dengan yang membutuhkan.
Semoga Ramadan ini tidak hanya menguatkan ibadah kita, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk menjaga bumi dan pangan sebagai amanah dari Allah Swt.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pendapat para ulama terkait fiqh aborsi sangat beragam, meskipun dengan argumentasi yang sama-sama bersumber dari…
Suatu ketika dalam sebuah pengajian bulanan, para peserta terenyuh oleh tanggapan seorang ibu muda. Sebut…
Nuri mengeluhkan suaminya tidak pernah memperhatikannya selama masa kehamilan. Saat hamil, ia jalan-jalan pagi di…
Siti mengaku punya masalah dengan suaminya setelah melahirkan dua anak perempuan dari pernikahannya. Suaminya ingin…
Zainab sangat syok setelah melakukan hubungan seksual pertama kali dengan suami di malam pertama pernikahannya.…
Nama saya Endah. Awalnya saya berdiskusi dengan calon suami sebelum menikah. Karena masing-masing mempunyai perbedaan…