Kajian Islam

Poligami Adalah Kekerasan, Mengapa?

Oleh: Nyai Faiqotul Mala

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pemirsa yang dirahmati Allah. 

Apakah betul poligami adalah kekerasan, mengapa?

Poligami meksi dalam konteks Islam diperbolehkan, namun poligami menjadi salah satu bentuk kekerasan dalam rumah tangga, hal ini didasari oleh beberapa alasan diantaranya:

Pertama; Poligami menjadi pemicu adanya kekerasan psikologis yang dapat mempengaruhi hubungan harmonis antara suami dan istri, seperti: perasaan terabaikan, kecewa, dan bahkan kesedihan yang mendalam. Bahkan istri merasa tidak dihargai atau diperlakukan tidak adil dan ini bisa mengalami gangguan mental, seperti kecemasan, depresi, dan perasaan tidak aman dalam rumah tangga. Adanya konflik antar istri bisa menjadi sumber ketegangan yang mengarah pada kekerasan psikologis, seperti penghinaan, intimidasi, atau bahkan manipulasi.

Kedua; poligami juga menimbulkan kekerasan terhadap anak-anak dan antar anak. Misalnya, anak dari istri pertama bisa mendapatkan perhatian yang lebih, sementara anak dari istri kedua terabaikan. Hal ini dapat menumbuhkan rasa tidak adil dalam diri anak-anak, yang berdampak pada pembentukan karakter, dan berpengaruh pada hubungan mereka dengan orangtua maupun saudara-saudara mereka.

Ketiga; poligami juga menimbulkan kekerasan fisik. Misalnya ketegangan antar istri bisa menjadi konflik yang muncul akibat kecemburuan atau persaingan untuk mendapatkan perhatian dari suami, yang kemudian berujung pada pertikaian secara fisik atau verbal, pemukulan, penghinaan, atau perilaku agresif lainnya.

Keempat; Poligami juga dapat menciptakan stigma sosial dari masyarakat. Misalnya anak-anak dari keluarga poligami bisa menjadi sasaran bullying atau diskriminasi, yang dapat mempengaruhi rasa percaya diri dan kesehatan mental mereka.

Berdasarkan empat pandangan di atas, poligami sesungguhnya dapat dikategorikan sebagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang jauh dari tujuan perkawinan yakni keluarga sakinah. Keluarga yang sakinah harus didasarkan pada komitmen yang kuat untuk saling memperlakukan dengan baik, saling memuliakan, saling membahagiakan di dunia hingga akhirat.

Wallahuyarhamunabirrahmatitammah

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Ramadhan dan Ikhlas Berbagi untuk Tamu-Tamu Kita

Oleh: Nyai Ruhama Wazna Assalamu’alaikum.wr.wb Duka bencana di beberapa wilayah negeri ini sedang dan baru…

22 jam ago

Menjadi Muslim yang Tidak Melukai

Oleh: Nyai Delfia Herwanis Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Bismillāhirraḥmānirraḥīm. Ramadan adalah bulan tazkiyatun nafs, bulan penyucian…

2 hari ago

Bencana Salah Siapa?

Oleh: Nyai Ainun Jamilah Assalamualaikum Wr. Wb.  Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Swt…

3 hari ago

Sekolah Seharusnya Menjadi Ruang Aman Anak dari Kejahatan Seksual

Oleh: Nyai Risma Hikmawati Assalamu`alaikum Wr. Wb. Lembaga pendidikan bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan,…

4 hari ago

Kekerasan Berbasis Gender Online (AI-Grok)

Oleh: Aliyatul Himmah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Belakangan ini kita melihat bagaimana teknologi kecerdasan buatan tidak…

5 hari ago

Kebebasan Berpendapat (KUHP)

Oleh: Nyai Himmatul Ulya Assalamualaikum Wr. Wb.  Kebebasan berpendapat adalah kemewahan yang dijamin konstitusi kita.…

6 hari ago