Pada tanggal 4–6 Oktober 2026, Rahima mengadakan Halaqoh Penguatan Kepemimpinan Ulama Perempuan (PKUP) Seri Penyebar di Hotel Grand Cemara, Jakarta. Halaqoh ini mempertemukan 25 ulama perempuan dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi untuk belajar bersama dan memperkuat peran kepemimpinan perempuan dalam gerakan keulamaan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini difasilitasi oleh Pera Sopariyanti, S.Pd.I., M.Hum., dan Wanda Roxanne, S.Psi., M.Si., dengan menghadirkan Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm. sebagai narasumber. Melalui rangkaian pembelajaran, peserta diajak mengkaji kembali visi, misi, nilai, orientasi gerakan KUPI, jejak Keulamaan Perempuan, dan Kepemimpinan KUPI sebagai pijakan dalam menjalankan kerja-kerja keulamaan di berbagai ruang khidmah.
Halaqah ini tidak hanya berfokus pada penguatan pengetahuan, tetapi juga kepemimpinan orang muda mendorong peserta untuk merumuskan langkah konkret dalam mengembangkan gerakan di di wilayah masing-masing. Dengan menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa berbasis aksi-refleksi, proses belajar dikemas melalui beragam metode partisipatif dan kreatif. Peserta diajak mengenali jejak perjuangan ulama perempuan melalui permainan peran serta mengartikulasikan nilai dan praktik kepemimpinan KUPI melalui pameran kreatif.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kritis, memperkuat jejaring, dan mendorong komitmen peserta untuk melanjutkan kerja-kerja penyebaran nilai-nilai KUPI di ruang khidmahnya masing-masing.
Seorang laki-laki bernama Jodi, berumur sekitar 43 tahun di Jawa Tengah menikahi anak perempuan berumur…
Saat kuliah di semester delapan, Indah (usia 22 tahun) asal Tegal, Jawa Tengah dipaksa menikahi…
Dalam mewujudkan keluarga sakinah, tentram, damai dan penuh dengan cinta kasih, setiap individu, laki-laki dan…
Pada Rabu, 12 Agustus 2026, Kalyanamitra bekerjasama dengan Rahima, melaksanakan kegiatan “Merawat Bersama, Mengurai Beban:…
Konsep wilayah (perwalian) menekankan pandangan tentang perlindungan sebelum menikah, dimana perempuan berada di bawah perlindungan…
Bu Sri harus bangun lebih cepat setiap harinya. Sebelum azan subuh, dia telah bergegas mempersiapkan…