Pada 13 Oktober 2026, Rahima mengadakan Halaqoh Komunitas Menuju KUPI III yang diselenggarakan di Ruang Rapat LP2M Gedung Museum UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Kegiatan ini mengambil tema “Meneguhkan Gerakan Ulama Perempuan yang Berdaulat dan Membumi”, berkolaborasi dengan UIN Ar-Raniry dan Pegas Pekka. 

Kegiatan dibuka oleh rektor UIN Ar Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman dan difasilitasi oleh Ibu Masruchah dan Ibu Pera Sopariyanti. Halaqoh ini menjadi ruang dialog bagi 22 ulama perempuan di berbagai ruang khidmah yaitu di pesantren, perguruan tinggi, majelis taklim, komunitas, dan orang muda untuk menggali persoalan perempuan dan kelompok rentan, serta tantangan kepemimpinan ulama perempuan, khususnya di wilayah Aceh. 

Melalui diskusi kelompok, teridentifikasi tiga isu prioritas di Aceh berdasarkan lima isu prioritas hasil Halaqah Kubra pada 2025, yaitu kedaulatan tubuh perempuan, ekologi, serta keluarga dan perkawinan. Ketiga isu tersebut saling berkaitan dengan persoalan ekonomi, perlindungan hak-hak perempuan, dan pengakuan terhadap kepemimpinan ulama perempuan.

Halaqoh ini juga menekankan pentingnya membumikan gerakan ulama perempuan, meningkatkan keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan keagamaan, serta memperkuat peran ulama perempuan di Aceh dalam menyuarakan keadilan dan mengawal kebijakan yang berdampak pada masyarakat. Temuan hasil halaqoh ini menjadi bahan penyusunan rekomendasi pandangan keagamaan menuju Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) III pada tahun 2027.

Similar Posts:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here