Deskripsi: Perempuan dalam Panggung Sejarah Islam
Di masa dulu pada masa-masa awal Islam perempuan memperoleh tempat dan penghargaan yang sangat baik. Banyak di antara mereka yang menjadi ulama dan intelektual dengan keahlian yang beragam. Kapasitas keilmuannya kurang lebih sama dengan laki-laki. Nama-nama, perjalanan hidup dan karya-karya mereka terekam dalam banyak buku meskipun jumlahnya memang tidak sebanyak laki-laki. Ignaz Goldziher menyebut paling tidak lima belas persen ulama ahli hadis adalah perempuan, bahkan menurut Rood Roded sekitar delapan belas persen.
Perlu diketahui bahwa pada masa itu masyarakat baru keluar dari sebuah masa penuh kegelapan yang disebut masa jahiliyah yang sangat merendahkan perempuan. Perempuan pada masa jahiliyah tidak memperoleh banyak kesempatan dan penghargaan. Maka jumlah yang disebutkan di atas ketika baru memperoleh ruang dan kesempatan adalah sesuatu yang luar biasa.
Untuk membeli silakan klik tombol BELI di bawah
Konsep wilayah (perwalian) menekankan pandangan tentang perlindungan sebelum menikah, dimana perempuan berada di bawah perlindungan…
Bu Sri harus bangun lebih cepat setiap harinya. Sebelum azan subuh, dia telah bergegas mempersiapkan…
Salah satu yang paling dibutuhkan dalam mempererat dan mempertahankan ikatan perkawinan adalah saling pengertian. Sikap…
Musyawarah menjadi pilar penting dalam relasi suami-istri dalam memutuskan sesuatu terkait dengan kehidupan rumah tangga…
Rabu, 9 Juli 2026, Kalyanamitra bekerjasama dengan Rahima, melaksanakan kegiatan “Merawat Bersama, Mengurai Beban: Refleksi…
Seperti diungkap pada tulisan sebelumnya, ada saatnya hubungan perkawinan dihadapkan pada situasi yang rentan memicu…