Oleh: Nyai Zuha El Widad
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ramadan mengajarkan kita menahan lapar, bukan untuk memuliakan perut, tetapi untuk membersihkan orientasi hidup. Di tengah derasnya kritik dan perdebatan tentang MBG, satu hal berjalan pasti: anggaran terus mengalir besar.
Pertanyaannya bukan lagi soal setuju atau menolak, tetapi lebih mendasar:
apakah kita sedang membangun masa depan, atau sekadar memastikan hari ini terasa cukup?
MBG lahir dari niat baik. Negara ingin memastikan anak-anak tidak belajar dalam keadaan lapar. Itu penting, dan patut diapresiasi. Namun pendidikan tidak berdiri di atas niat baik semata. Ia berdiri di atas prioritas yang tepat.
Al-Qur’an telah memberi arah sejak awal. Wahyu pertama yang turun bukan perintah makan, melainkan perintah membaca:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
(QS. Al-‘Alaq: 1)
Ini bukan kebetulan. Manusia tidak runtuh karena lapar, tetapi karena hidup tanpa makna dan tanpa kemampuan berpikir benar. Al-Qur’an tidak menafikan makan, tetapi menempatkannya pada porsinya. Sedangkan ilmu, Allah jadikan sebagai pengangkat derajat.
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
(QS. Al-Mujādilah: 11)
Makan menjaga hidup. Ilmu memberi arah dan martabat pada hidup. Anggaran pendidikan naik 20 persen dari RUU APBN, tetapi hampir separuhnya dialokasikan untuk anggaran Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Triliunan rupiah terserap untuk kebutuhan harian, sementara keberlanjutan ilmu justru menghadapi keterbatasan. Ramadan mengajak kita jujur pada diri sendiri: perut boleh ditahan, tetapi akal dan ilmu jangan dikorbankan.
Karena Al-Qur’an tidak menuhankan perut. Ia memuliakan akal, ilmu, dan kesadaran. Dan pendidikan adalah ibadah jangka panjang untuk menyelamatkan manusia dan masa depan bangsa.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Pendapat para ulama terkait fiqh aborsi sangat beragam, meskipun dengan argumentasi yang sama-sama bersumber dari…
Suatu ketika dalam sebuah pengajian bulanan, para peserta terenyuh oleh tanggapan seorang ibu muda. Sebut…
Nuri mengeluhkan suaminya tidak pernah memperhatikannya selama masa kehamilan. Saat hamil, ia jalan-jalan pagi di…
Siti mengaku punya masalah dengan suaminya setelah melahirkan dua anak perempuan dari pernikahannya. Suaminya ingin…
Zainab sangat syok setelah melakukan hubungan seksual pertama kali dengan suami di malam pertama pernikahannya.…
Nama saya Endah. Awalnya saya berdiskusi dengan calon suami sebelum menikah. Karena masing-masing mempunyai perbedaan…