Informasi

Merawat Bersama, Mengurai Beban: Refleksi Atas Penelitian tentang Kerja Perawatan Berbayar Di Lampung

Rabu, 9 Juli 2026, Kalyanamitra bekerjasama dengan Rahima, melaksanakan kegiatan “Merawat Bersama, Mengurai Beban: Refleksi Atas Penelitian tentang Kerja Perawatan Berbayar” di Lampung. Kegiatan ini dihadiri oleh 50 peserta yang merupakan tokoh agama, akademisi, Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), orang muda, komunitas dan Pemerintah Desa di Lampung.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mendiseminasikan hasil penelitian The SMERU Institute serta sintesis Rapid Care Analysis (RCA) Kalyanamitra sebagai basis bukti untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai realitas kerja perawatan tak berbayar di tingkat nasional dan lokal. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendiskusikan temuan kunci mengenai kerja perawatan tak berbayar, dan refleksi mengenai urgensi keterlibatan aktif laki-laki dalam kolaborasi lintas pihak, dalam mewujudkan pembagian kerja perawatan yang adil, berbasis temuan riset dan konteks sosial-budaya setempat.

Diskusi ini mengundang beberapa narasumber yaitu Rezanti Putri Pramana (The SMERU Institute), Lailatin Mubarakkah (Kalyanamitra) dan Pera Sopariyanti (Rahima), yang dimoderatori oleh Wanda Roxanne (Rahima). Setelah diskusi, peserta melakukan refleksi dan berbagi tentang realita kerja perawatan di kehidupan sehari-harinya dalam kontes sosial dan budaya di Lampung.

Penelitian The SMERU Institute dan Rapid Care Analysis (RCA) Kalyanamitra membawa diskusi berbasis bukti bahwa kerja perawatan, terutama yang tak berbayar, masih dibebankan dan dilakukan oleh perempuan. Konsep 5R yaitu Recognize, Reduce, Redistribute, Represent, dan Reward berusaha menjawab tantangan tersebut. Juga dengan perspektif agama dalam memandang kerja-kerja perawatan.

Mengenai hal tersebut, Pera Sopariyanti menyampaikan, “Kerja perawatan adalah ibadah dalam islam. Rasulullah saw melakukan kerja-kerja perawatan, seperti mengerjakan pekerjaan rumah, mengasuh anak dan menyayanginya, mencium dan menggendong cucunya bahkan ketika salat.”

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Halaqoh Komunitas Menuju KUPI III di Jember: Meneguhkan Gerakan Ulama Perempuan yang Berdaulat dan Membumi

Rahima telah menyelenggarakan Halaqoh Komunitas Menuju KUPI III dengan tema “Meneguhkan Gerakan Ulama Perempuan yang…

16 jam ago

Pengasuhan Anak: Bagian 2

Tanggung jawab ayah untuk mendidik anak seperti yang disebutkan pada teks Hadis pertama dan mandat…

21 jam ago

Pengasuhan Anak: Bagian 1

Kedekatan dengan ketiga anak saya, bukan datang tiba tiba tetapi perlu proses yang cukup panjang…

21 jam ago

Penelantaran Ekonomi

Penelantaran ekonomi diangkat sebagai salah satu isu penting dalam UU No. 23 Tahun 2004 tentang…

4 hari ago

Poligami

Secara etimologis, istilah poligami berasal dari Bahasa Yunani yaitu apolus yang artinya banyak dan gamos…

5 hari ago

Halaqoh Komunitas Menuju KUPI III (Aceh): Meneguhkan Gerakan Ulama Perempuan yang Berdaulat dan Membumi

Pada 13 Oktober 2026, Rahima mengadakan Halaqoh Komunitas Menuju KUPI III yang diselenggarakan di Ruang…

6 hari ago