Simpul Ulama Perempuan Rahima Jawa Barat (SupeR Jabar) melaksanakan Pendidikan Pengkaderan Ulama Perempuan (PUP) untuk pertemuan pertama, pada tanggal 9–10 Agustus 2025 di komplek pesantren Cipasung Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis SupeR Jabar sebagai gerakan untuk melakukan kaderisasi ulama perempuan, meningkatkan kapasitas dan pengetahuan tentang keulamaan perempuan, sekaligus menjalankan visi dan misi organisasi dalam memperkuat peran ulama perempuan di tengah masyarakat khususnya wilayah Jawa Barat.
Sebanyak 22 peserta mengikuti pendidikan PUP ini, berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari dosen, guru, tokoh agama, hingga mahasiswa. Kader ulama perempuan Rahima ini berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang difokuskan pada penguatan pemahaman kesetaraan dan keadilan dalam perspektif Islam.
Koordinator Kegiatan SupeR Jabar, Nyai Neng Hannah, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa program pendidikan ini akan dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. “Kegiatan ini menjadi wadah untuk mencetak kader SupeR Jabar yang siap berkontribusi dalam membangun masyarakat yang adil dan setara berdasarkan ajaran Islam,” ujarnya.
Selain memberikan pembekalan materi, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran pengalaman antar peserta dalam merespon isu-isu di ruang khidmahnya. Diskusi interaktif, studi kasus, dan sesi refleksi menjadi metode utama dalam menyampaikan materi, sehingga peserta dapat lebih mudah memahami konsep keulamaan perempuan yang responsif terhadap isu-isu sosial.
Pada akhir kegiatan, Nyai Neng Hannah menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. Ucapan terima kasih khusus diberikan kepada Nyai Ida Nurhalida selaku Pembina SupeR Jabar yang telah menjadi tuan rumah sekaligus memberikan kontribusi besar bagi kelancaran acara tersebut. Dengan adanya pendidikan pengkaderan ini, diharapkan lahir generasi ulama perempuan yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama yang kuat, tetapi juga kepekaan sosial untuk memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan di tengah masyarakat.
Oleh: Nyai Imas Roihatul Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Banyak orang ragu apakah berenang dapat membatalkan puasa…
Oleh: Nyai Ninin Karlina Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Apakah main game saat bulan Ramadhan membatalkan puasa?…
Oleh: Nyai Zainab Assalamu’alaikum Wr.Wb. Suntik dilakukan untuk memasukkan obat atau cairan ke dalam tubuh…
Oleh: Wanda Roxanne Rahima telah melaksanakan Workshop Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Pesantren Ath-Thohiriyyah,…
Oleh: Nyai Dewi Malky Assalamu’alikum Wr. Wb. Apakah menggunakan tetes mata dapat membatalkan puasa?…
Oleh: Nyai Ulfah Faiqotul Himmah Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Salah satu dari beberapa hal yang…