Kajian Islam

Apakah Perempuan Bekerja Bukan Istri Salihah?

Oleh: Nyai Ummi Habibah

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Apakah perempuan bekerja bukan istri salihah?

Sahabat Rahima yang dirahmati Allah.

Islam tidak melarang perempuan bekerja, bahkan Allah menjanjikan pada siapapun perempuan maupun laki-laki yang bekerja dengan kehidupan yang baik. Sebagaimana Allah Swt berfirman QS. An-Nahl ayat 96,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۝٩٧

“Barangsiapa yang mengerjakan amal baik, laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang beriman, sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka kerjakan.”

Bekerja adalah bagian dari amal saleh. Karena itu, perempuan mukmin yang bekerja, dia akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan mendapatkan pahala dari apa yang dia kerjakan.

Terlebih apabila hasil dari pekerjaannya itu bukan hanya untuk dirinya, tetapi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, untuk membahagiakan keluarganya, dia akan mendapat pahala yang lebih banyak.

Dalam sejarah Islam, ada banyak perempuan yang bekerja dan dijuluki perempuan shalehah, seperti: Sayidah Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Nabi saw, adalah pengusaha sukses di Makkah. Seluruh hartanya Khadijah dihabiskan untuk membantu dakwah Rasulullah saw., dan kesalihannya membuatnya menjadi istri terbaik. Rasulullah saw bersabda:“Sebaik-baik perempuan di dunia adalah Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid.” (HR. Bukhari & Muslim)

Karena itu, perempuan bekerja memberi manfaat bukan hanya bagi dirinya tetapi bagi anggota keluarganya, dia termasuk perempuan yang salehah. Pekerjaan yang selama ini dibebankan sebagai tanggungjawab istri seperti mengurus rumah, dan mengasuh anak itu bukan pekerjaan yang mutlak tanggungjawab istri. Dalam konsep Mubadalah, pekerjaan tersebut adalah tanggung jawab berdua suami dan istri, keduanya bekerjasama untuk saling membahagiakan dan saling menolong.

Demikian, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Bagaimana Konsep Qiwwamah (Kepempimpinan Keluarga) dalam Mewujudkan Keluarga Bahagia?

Bu Sri harus bangun lebih cepat setiap harinya. Sebelum azan subuh, dia telah bergegas mempersiapkan…

2 hari ago

Saling Rela

Salah satu yang paling dibutuhkan dalam mempererat dan mempertahankan ikatan perkawinan adalah saling pengertian. Sikap…

3 hari ago

Saling Musyawarah

Musyawarah menjadi pilar penting dalam relasi suami-istri dalam memutuskan sesuatu terkait dengan kehidupan rumah tangga…

6 hari ago

Merawat Bersama, Mengurai Beban: Refleksi Atas Penelitian tentang Kerja Perawatan Berbayar Di Lampung

Rabu, 9 Juli 2026, Kalyanamitra bekerjasama dengan Rahima, melaksanakan kegiatan “Merawat Bersama, Mengurai Beban: Refleksi…

1 minggu ago

Saling Memperlakukan dengan Baik

Seperti diungkap pada tulisan sebelumnya, ada saatnya hubungan perkawinan dihadapkan pada situasi yang rentan memicu…

1 minggu ago

Saling Berpasangan

Sudah menjadi sunnatullah manusia diciptakan berpasangan, laki-laki dan perempuan. Dari perkawinan keduanya pula keberlangsungan umat…

1 minggu ago