Kajian Islam

Perlukah Mahram Saat Perempuan Bepergian, untuk Keamanan?

Oleh: Nyai Rindang Farihah 

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pemirsa yang dirahmati Allah swt,

Perlukah mahram saat perempuan bepergian, untuk keamanan? Rasulullah Saw., bersabda:

لَايَحِلُّ لِاِمْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الاَخِرِ أَنْ تُسَافِرَ  سَفَرًا فَوْقَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فَصَاعَدًا إِلَّا وَمَعَهَا اَبُوهَا أو أَخُوها أو زَوْجُها او اِبْنُها اَو ذُو مَحْرَمٍ مِنْهَا

“Tidak perbolehkan bagi Perempuan yang beriman bepergian melebihi 3 hari tanpa disertai oleh mahrom meliputi ayah, suami, saudara laki-laki, anak laki-lakinya atau mahram lainnya.” (Hadits Riwayat Muslim)

Perlu kita ketahui bersama bahwa situasi yang dihadapi perempuan pada masa nabi berbeda dengan situasi hari ini, sehingga terdapat aturan mengenai kewajiban mahram bagi perempuan yang bepergian. 

Menurut Muhammad Al Habasy dalam Kitab al Mar’ah Bayna al-Syari’ah wa al- Hayah bahwa hadis yang selama ini menyebutkan keharusan mahram bagi perempuan yang bepergian lebih didasarkan pada alasan (illat) Keamanan.

Mahram untuk tujuan Keamanan, yaitu kehadiran mahram diharapkan memberikan perlindungan dari ancaman kejahatan yang rawan terjadi karena situasi sosial dan kondisi geografis arab saat itu, yang tidak mendukung para  perempuan bepergian sendirian.

Lalu, bagaimana dengan hari ini?

Bisa dijelaskan bahwa Jaminan keamanan oleh ‘mahram’ telah diperankan oleh negara/ pemerintah yang sah. Dengan didukung oleh kemajuan teknologi. Misalnya, teknologi listrik penerangan dimana-mana,  teknologi yang mampu melacak keberadaan seseorang, mengidentifikasi identitas seseorang berupa scan wajah, KTP, Visa dll.

Kebijakan politik berupa diplomasi bilateral/ antar negara, aturan untuk para penyelenggara perjalanan/ bisnis travel, serta aturan-aturan bepergian lainnya yang ditujukan untuk menjamin keamanan warga negaranya.

Bagi al Habasy, hadis tentang kewajiban mahram Justru menunjukkan bagaimana Islam concern pada keamanan perempuan. Dan kita tahu, Negara telah mengambil peran mahram, menjadi penjamin keamanan dan bertanggung jawab penuh menjaga kehormatan oleh agama bisa terpenuhi baik perempuan maupun laki-laki. Sehingga hadis tentang kewajiban mahram bagi perempuan terntunya tidak relevan lagi untuk saat ini.

Bepergiannya seseorang Perempuan dalam melaksankan haji tanpa disertai mahrom hukumnya boleh dengan merujuk pada Hadis Sayyidah Aisyah RA: “Diperbolehkan haji seorang perempuan bersama seseorang yang sudah pasti memberikan keamanan meskipun tidak disertai suami atau mahromnya.” Dan juga diceritakan sahabat Umar bahwasannya Ia telah memberikan izin kepada istri-istri nabi dalam melaksanakan haji tanpa disertai mahramnya.

Para Muslimin muslimat rahimakumullah,

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah, baik dan aman dimanapun kita berada. Amin

wallahul muwafiq ila aqwami thoriq

Wassalamualaikum wr.wb.

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Halaqah Penguatan Kepemimpinan Ulama Perempuan (PKUP) Seri Pemaju di Yogyakarta

Pada 19-21 Agustus 2026, Rahima melaksanakan Halaqoh Penguatan Kepemimpinan Ulama Perempuan (PKUP) Seri Pemaju di…

2 hari ago

Kelas Ekologi Festival Jagat: Praktik Pengolahan Sampah hingga Kopi Inklusif di Seblak

Jombang - Perhelatan Festival Jagat di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada…

6 hari ago

Fun Games di Festival Jagat: Medium Edukasi Ekologi dan Toleransi bagi Santri Seblak

Jombang - Ratusan santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) mengikuti rangkaian acara…

1 minggu ago

Festival Jagat 2026: Tokoh Lintas Agama Dorong Aksi Nyata Hadapi Krisis Ekologi

Jombang - Krisis ekologi dan kerusakan lingkungan hidup dinilai sudah mencapai tingkat darurat yang menuntut…

2 minggu ago

Pakta Kesalingan: Merajut Kesetaraan, Menyulam Harmoni untuk Pernikahan Abadi

Oleh: Irma Riyani   “Kami akan saling mencintai, saling menyayangi, saling menghormati dan saling menghargai…

1 bulan ago