Kajian Islam

Bencana Salah Siapa?

Oleh: Nyai Ainun Jamilah

Assalamualaikum Wr. Wb. 

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Swt yang mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadan, bulan untuk muhasabah dan memperbaiki diri. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Ketika kita menyaksikan bencana dan krisis lingkungan, sering muncul pertanyaan: bencana ini kesalahan siapa? Apakah semuanya murni takdir Allah?

Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

 لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian akibat perbuatannya, supaya mereka kembali ke jalan yang benar.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa banyak kerusakan terjadi akibat ulah manusia sendiri.

Dalam Islam, manusia disebut sebagai khalifah di muka bumi, yang dimaknai para ulama sebagai pemakmur dan penjaga bumi, bukan perusak. Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

Artinya:“Sesungguhnya dunia itu indah dan hijau, dan Allah menjadikan kalian sebagai khalifah di dalamnya, maka Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat.” (HR. Muslim)

Hadirin yang berbahagia,

Kondisi ini relevan dengan kehidupan kita hari ini. Kerusakan alam menyebabkan makhluk lain kehilangan habitatnya. Penelitian menunjukkan bahwa nyamuk semakin sering menggigit manusia karena habitat alaminya rusak dan sumber darah hewan berkurang, sehingga manusia kembali merasakan dampaknya.

Ironisnya, di bulan Ramadan, data menunjukkan sampah makanan justru meningkat. Ini yang menjadi sebuah anomali. Padahal Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri dan tidak berlebih-lebihan. Allah Swt berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 31:

كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Ramadan seharusnya melatih kita hidup secukupnya, peduli lingkungan, dan kembali menjalankan amanah sebagai khalifah yang memakmurkan bumi, bukan merusaknya.

Semoga Allah Swt menerima ibadah Ramadan kita dan menjadikan kita hamba yang lebih sadar dan bertanggung jawab.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Care Work di Pesantren Tanpa Kekerasan

Oleh: Nyai Maisaroh Syarbini Assalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh Hadirin yang dirahamati Allah, Pesantren adalah…

2 minggu ago

Apa itu Resesi?

Oleh: Nyai Ai Sadidah Assalamu’alaikum Wr. Wb.  Para ahli ekonomi memprediksi situasi ekonomi global dan…

2 minggu ago

Fenomena Fatherless Dalam Parenting Perspektif Islam

Oleh: Kyai Efi Afifi Assalamualaikum, Wr. Wb. Menjadi orang tua dan mendidik anak bukanlah hal…

2 minggu ago

Menguatkan Dakwah Transformatif Ulama Perempuan di Tadarus Ke-5 PUP Jawa Tengah

Pada 14–17 Mei 2026, Rahima menyelenggarakan Tadarus ke-5 Pendidikan Pengaderan Ulama Perempuan (PUP) Jawa Tengah…

2 minggu ago

Poligami dalam KUHP Nasional

Oleh: Nyai Rusdaya Basri Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pada 2 Januari 2026, pemerintah secara resmi…

2 minggu ago

Nikah Siri dalam KUHP: UU NO 1 Tahun 2023

Oleh: Kyai Afwan Zuhdi Assalamu’alaikum, Wr. Wb. Para pemirsa yang dirahmati Allah .. Apakah anda…

2 minggu ago