Nyai Nia Ramdaniati, Simpul Rahima di Tasikmalaya baru saja mengisi materi di sekolah Islam dan Gender KOPRI PMII Tasikmalaya. Kegiatan yang bertema “Rekonstruksi Ghirah: Pergerakan demi Menegakkan Keadilan Gender” tersebut berlangsung pada 15 – 17 Februari 2020 dengan materi citra diri kader KOPRI. Berbekal pengetahuan yang diperoleh dari Rahima, Nyai Nia memperkenalkan sensitivitas gender serta mengajarkan narasi alternatif pada berbagai isu. Hal ini dianggap penting dalam merespon isu-isu yang mempersempit ruang gerak dan otoritas perempuan. Oleh sebab itu edukasi narasi alternatif sangat penting untuk disosialisasikan dan dilakukan sebagai gerakan bersama. Nyai Nia mengungkapkan bahwa dalam membuat narasi alternatif sedapat mungkin menggunakan kata-kata positif sebagai tujuan utama gagasan. Ia berharap dapat menyebarluaskan ilmu yang diperoleh dari Rahima untuk berbagai kegiatan mendatang.
Dalam buku Umat Bertanya Ulama Menjawab, ada beberapa pertanyaan terkait istri bekerja yang direkam dalam…
Pendapat para ulama terkait fiqh aborsi sangat beragam, meskipun dengan argumentasi yang sama-sama bersumber dari…
Suatu ketika dalam sebuah pengajian bulanan, para peserta terenyuh oleh tanggapan seorang ibu muda. Sebut…
Nuri mengeluhkan suaminya tidak pernah memperhatikannya selama masa kehamilan. Saat hamil, ia jalan-jalan pagi di…
Siti mengaku punya masalah dengan suaminya setelah melahirkan dua anak perempuan dari pernikahannya. Suaminya ingin…
Zainab sangat syok setelah melakukan hubungan seksual pertama kali dengan suami di malam pertama pernikahannya.…