Informasi

Semarak Pengajian Ulama Perempuan Nusantara di Bulan Ramadan

Oleh: Alifatul Alifiati*

Ruang-ruang ceramah dan pengajian secara daring masih didominasi oleh tokoh agama maupun ulama laki-laki. Padahal perlu adanya ruang bagi ulama perempuan terutama dalam membahas berbagai pengalaman perempuan yang tidak dialami oleh laki-laki dalam perspektif Islam. Seperti proses reproduksi perempuan yang sangat kompleks, hingga berbagai hukum fikih yang mengarah pada perempuan.

Menyadari hal tersebut, Rahima membuat kegiatan ceramah dan pengajian, yakni Ngabuburit Bersama Ulama Perempuan dan Kelas Intensif Ramadan yang didukung oleh We Lead. Seluruhnya dibawakan oleh ulama perempuan dari berbagai daerah di Indonesia dan dilaksanakan secara daring selama bulan Ramadan. Kedua program ini, bertujuan untuk memperkenalkan pemikiran para ulama perempuan supaya lebih dikenal oleh masyarakat luas, juga sebagai media dakwah yang mempromosikan nilai-nilai Islam rahmatan lil’alamin, dengan perspektif yang adil gender.

Selama 30 hari, Ngabuburit Bersama Ulama Perempuan menghadirkan 30 Simpul Rahima yang merupakan alumni Pengkaderan Ulama Perempuan (PUP). Isu yang disampaikan yakni tentang puasa dan keterkaitannya dengan pengalaman reproduksi perempuan. Misalnya, isu tentang hukum berpuasa bagi ibu menyusui, cara mengqada puasa bagi perempuan hamil dan menyusui, cara mendidik anak berpuasa, alasan hubungan seksual ketika berpuasa diharamkan, dan lain-lain. Video ini ditayangkan melalui Youtube Swararahima dotcom setiap hari di bulan Ramadan pukul 16.30 WIB.

Kegiatan kedua yakni pengajian Kelas Intensif Ramadan dengan mengusung tema “20 Hari bersama 20 Ulama Perempuan Nusantara: Kursus Keluarga Bahagia Kitab Manba’ussa’adah”. Dalam menjalankan kegiatan ini, Rahima bekerja sama dengan Mubadalah.id dan Fahmina Institute. Manba’ussa’adah merupakan kitab karya
Faqihuddin Abdul Kodir yang membahas tentang relasi suami istri. Selama dua puluh hari, tidak kurang dari 200 peserta turut hadir dalam pengajian tersebut melalui Zoom, Youtube Swararahima dotcom, dan Fanpage Mubaadalah. Salah satu peserta kegiatan ini mengungkapkan, “Selama 20 hari penuh, banyak bekal pengetahuan kesehatan reproduksi, bekal membangun keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.” Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wacana baru terkait Islam yang berkeadilan dan mempertimbangkan pengalaman perempuan.

*Penulis merupakan Staf Fahmina Institute

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Memaknai Sakinah, Mawaddah, Warahmah

Istilah sakinah, mawaddah, warahmah atau sering disingkat Samawa, merupakan istilah yang sangat dikenal sebagai doa…

1 hari ago

Halaqah Penguatan Kepemimpinan Ulama Perempuan (PKUP) Seri Pemaju di Yogyakarta

Pada 19-21 Agustus 2026, Rahima melaksanakan Halaqoh Penguatan Kepemimpinan Ulama Perempuan (PKUP) Seri Pemaju di…

1 minggu ago

Kelas Ekologi Festival Jagat: Praktik Pengolahan Sampah hingga Kopi Inklusif di Seblak

Jombang - Perhelatan Festival Jagat di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada…

2 minggu ago

Fun Games di Festival Jagat: Medium Edukasi Ekologi dan Toleransi bagi Santri Seblak

Jombang - Ratusan santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) mengikuti rangkaian acara…

2 minggu ago

Festival Jagat 2026: Tokoh Lintas Agama Dorong Aksi Nyata Hadapi Krisis Ekologi

Jombang - Krisis ekologi dan kerusakan lingkungan hidup dinilai sudah mencapai tingkat darurat yang menuntut…

2 minggu ago

Pakta Kesalingan: Merajut Kesetaraan, Menyulam Harmoni untuk Pernikahan Abadi

Oleh: Irma Riyani   “Kami akan saling mencintai, saling menyayangi, saling menghormati dan saling menghargai…

1 bulan ago