Pada 12 September 2025, Rahima mendapatkan kunjungan dari Guru Besar Nagoya Gakuin University Jepang yaitu Prof. Saeki Natsuko bersama dengan Waode Hanifah Istiqoh, Mahasiswa S3 Universitas Nagoya dari Indonesia. Kunjungan dilakukan pukul 13.30-14.00 dan diterima oleh Ibu Pera Sopriyanti selaku Direktur Perhimpunan Rahima, bersama dengan tim. Kunjungan tersebut dalam rangka silaturrahim, diskusi dan wawancara terkait dengan persoalan pekerja Indonesia termasuk pekerja perempuan yang ada di Jepang, regulasi dan bagaimana Islam melihat persoalan tersebut.
Ibu Natsuko dan Waode menyampaikan perihal sejumlah persoalan buruh migran Indonesia yang saat ini jumlahnya lebih dari 200 ribu, 80% adalah laki-laki dan 20% perempuan. Mereka banyak bekerja sebagai buruh di kapal, pekerja perawatan, bekerja di pabrik dan di rumah sakit. Setiap tahun pekerja dari Indonesia terus meningkat, namun sejumlah persoalan juga bermunculan. Salah satu persoalan krusial yang dihadapi oleh pekerja perempuan, seperti hamil baik karena menikah sesama buruh migran maupun tidak. Setelah hamil ditinggalkan oleh pasangannya. Mereka menghadapi ketakutan dan ancaman atas situasi tersebut. Meski pemerintah Jepang telah memiliki regulasi yang baik untuk semua pekerja termasuk pekerja migran, namun kebijakan itu tidak dibarengi dengan kebijakan dari Indonesia, sehingga penanganannya mengalami kendala dan kesulitan.
Komunitas Rumi Jepang (Rumah Mahasiswa Indonesia di Jepang) dimana Prof. Natsuko dan Waode ada di dalamnya merasa kesulitan untuk bagaimana turut menjadi bagian dalam upaya pencegahan dan penanganan dalam menghadapi persoalan tersebut. Rumi berharap kedepan bisa kolaborasi dengan ulama perempuan dan pemerintah Indonesia, termasuk bagaimana para penceramah yang dikirim oleh pemerintah Indonesia ke Jepang bisa menjawab persoalan-persoalan perempuan dengan perspektif korban.
Oleh: Nyai Imas Roihatul Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Banyak orang ragu apakah berenang dapat membatalkan puasa…
Oleh: Nyai Ninin Karlina Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Apakah main game saat bulan Ramadhan membatalkan puasa?…
Oleh: Nyai Zainab Assalamu’alaikum Wr.Wb. Suntik dilakukan untuk memasukkan obat atau cairan ke dalam tubuh…
Oleh: Wanda Roxanne Rahima telah melaksanakan Workshop Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Pesantren Ath-Thohiriyyah,…
Oleh: Nyai Dewi Malky Assalamu’alikum Wr. Wb. Apakah menggunakan tetes mata dapat membatalkan puasa?…
Oleh: Nyai Ulfah Faiqotul Himmah Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Salah satu dari beberapa hal yang…