Kami, berbagai organisasi dan kelompok serta aktivis pro demokrasi di Indonesia mengecam tindakan Amerika Serikat dibawah pemerintahan Donald Trump yang melancarkan serangan militer ke Venezuela. Disertai dengan penculikan Presiden beserta istrinya dan rencana pengambilalihan kekuasan di Venezuela. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran secara terang-terangan atas prinsip dasar perdamaian dunia dan penghormatan atas kedaulatan dan hak penentuan nasib sendiri setiap bangsa yang tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kami menegaskan bahwa rakyat Venezuela memiliki hak penuh untuk menentukan masa depan politik, ekonomi, dan sosialnya tanpa intervensi militer atau tekanan dari kekuatan imperialis mana pun. Embargo ekonomi, serangan bom, agresi militer, penculikan presiden dan istrinya merupakan bentuk kekerasan struktural yang merusak kedaulatan rakyat dan telah terbukti tidak pernah membawa demokrasi atau kesejahteraan, melainkan instabilitas berkepanjangan dan penderitaan massal.
Sikap menolak agresi dan imperialisme bukanlah posisi yang berdiri di ruang hampa. Secara historis, Indonesia lahir dari perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme. Komitmen tersebut tercermin secara jelas ketika Indonesia menjadi penggagas Konferensi Asia Afrika tahun 1955, yang menegaskan prinsip anti-imperialisme, kedaulatan bangsa, dan penolakan terhadap dominasi negara adikuasa atas bangsa lain.
Kami menuntut Pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas mengecam agresi militer Amerika Serikat dan menuntut pembebasan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya Cilia Flores. Kami mendesak Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menegakkan sanksi kepada Amerika Serikat atas pelanggaran yang dilakukannya terhadap Prinsip Perdamaian Dunia.
Dinyatakan pada Aksi di depan Kedubes AS di Jakarta, 6 Januari 2026
Solidaritas Rakyat Indonesia untuk Rakyat Venezuela
Perempuan Mahardhika | Seruni | Marsinah.ID |Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) | Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) | World March of Women – Indonesia | Building and Wood Workers International (BWI) AP | FAMM Indonesia | YAPPIKA | Front Pemuda Perjuangan Indonesia (FPPI) | RAHIMA |Serikat Awak Kapal Transportasi Indonesia (SAKTI) | SINDIKASI | Suara Muda Kelas Pekerja – Partai Buruh
Pada 11 Juni 2026, Rahima telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pendidikan Pengaderan Ulama Perempuan (PUP)…
Pada 10 Juni 2026, Rahima telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pendidikan Pengaderan Ulama Perempuan (PUP)…
Pasca Tadarus 5 di Semarang, Rahima telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pendidikan Pengaderan Ulama Perempuan…
Pada 9 Juni 2026, Rahima telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pendidikan Pengaderan Ulama Perempuan (PUP)…
Rahima telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pendidikan Pengaderan Ulama Perempuan (PUP) Jawa Tengah dan Implementasi…
Oleh: Nyai Maisaroh Syarbini Assalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh Hadirin yang dirahamati Allah, Pesantren adalah…