Categories: beritaInformasi

Cerai Lewat Pesan Sigkat (SMS) di Handphone

Pernyataan pemerintah Dubai, sebuah negara kawasan Teluk di Timur Tengah  mengenai perceraian bagi kaum muslim melalui  SMS  dliporkan pada hari Selasa tanggal 26 Juni 2001. Abdul Salam Darwish kepala departemen  ketahanan keluarga  pada  pengadilan Dubai menyatakan ada 4 hal yang menjadi persyaratan yaitu  1) Pengirimnya   adalah sang suami 2) Dia harus punya niat/kehendak untuk bercerai 3) Kalimat yang diucapkan tidak boleh salah 4)Dan  terakhir, sang isteri harus menerima pesan tersebut.

Pada sebuah kasus yang terjadi baru-baru ini, seorang perempuan menerima  pesan lewat SMS di handphone-nya ketika  suaminya menyatakan padanya : Engkau kuceraikan karena engkau terlambat. Para ulama ahli hukum bersepakat bahwa perceraian itu sah  karena suami menyatakan niaat/kehendaknya untuk bercerai, dan si isteri menerima pesan tersebut sebagaimana saran dan pendapat para ulama Islam di Dubai dan Arab Saudi. Namun pasangan tersebut  dapat segera rujuk kembali seperti  yang diizinkan oleh hukum Islam  karena sang suami tidak memvonis isterinya dengan talak tiga. Darwish mengatakan banyak kasus perkawinan yang diadukan pada  departemennya mengingat dimungkinkan kerahasiaan  SMS  tersebut dikirimkan oleh pihak ketiga.

Sementara para alim ulama di Singapura yang tergabung dalam  The Islamic Religious Council of Singapore (MUIS)  pada hukum Pengadilan Hukum Islam dan Pencatatan Perkawinan  Muslim  menyatakan pernyataan cerai lewat SMS adalah tidak sah. Jurubicara MUIS menyampaikan kepada Reuters pada hari Rabu (27 Juni 2001)  bahwa selama ini tidak ada kasus perceraian melalui SMS di Singapura. Hal ini dikarenakan ada 3 hal yang harus ada dalam  perceraian  yang tidak bisa dipenuhi dalam kasus “Cerai lewat SMS” yaitu bahwa seseorang tidak bisa yakin akan  identitas si pengirim, yang tentu juga pada niatnya. Hanya hakimlah yang dapat menentukan sebuah perceraian sesudah  memutuskan ada gugatan dari salah satu pihak dari pasangan suami isteri ke pengadilan agama.

Menurut hukum Islam  seorang laki-laki bisa menceraikan isterinya dengan mengatakan “Saya ceraikan kamu” tiga kali. Perceraian lewat SMS terjadi baru-baru ini, dan pengadilan agama Singapura awalnya tidak tegas dalam persoalan ini karena kurang bisa mengkomunikasikannya. (Nining/ dari milis Buletin Perempuan)

Similar Posts:

swararahima

Recent Posts

Penelantaran Ekonomi

Penelantaran ekonomi diangkat sebagai salah satu isu penting dalam UU No. 23 Tahun 2004 tentang…

60 menit ago

Poligami

Secara etimologis, istilah poligami berasal dari Bahasa Yunani yaitu apolus yang artinya banyak dan gamos…

1 hari ago

Halaqoh Komunitas Menuju KUPI III (Aceh): Meneguhkan Gerakan Ulama Perempuan yang Berdaulat dan Membumi

Pada 13 Oktober 2026, Rahima mengadakan Halaqoh Komunitas Menuju KUPI III yang diselenggarakan di Ruang…

2 hari ago

Nusyuz dan Kekerasan terhadap Istri

Nusyuz merupakan tema penting pembahasan tentang kekerasan berbasis gender dalam keluarga. Nusyuz didefinisikan sebagai “perbuatan…

2 hari ago

Pembatasan Ruang Gerak dan Pelarangan Istri Bekerja

Dalam buku Umat Bertanya Ulama Menjawab, ada beberapa pertanyaan terkait istri bekerja yang direkam dalam…

4 hari ago

Aborsi: Bagian 2

Pendapat para ulama terkait fiqh aborsi sangat beragam, meskipun dengan argumentasi yang sama-sama bersumber dari…

1 minggu ago