Oleh: Wanda Roxanne
Senin, 13 April 2026, Rahima menyelenggarakan “Launching SOP Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Pesantren, Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam” di PPTI Al-Falah, Salatiga. Peserta pada kegiatan ini yaitu 50 orang yang mewakili pesantren, Kementerian, ormas keagamaan, organisasi masyarakat sipil, Kemenag, Satgas PPKS, PSGA UIN, dan santri.
Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan empat SOP/Panduan PPKS yang akan diimplementasikan di PPTI Al-Falah (Salatiga), Yayasan As-Sholih (Pati), Sekolah Tinggi Agama Islam (Pati), dan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah (Sukoharjo). Selain itu, kegiatan ini juga untuk mendapatkan masukan dan tanggapan terhadap SOP PPKS, dan membuka kolaborasi antara ulama perempuan, pemerintah, organisasi masyarakat sipil dan lembaga pendidikan keagamaan untuk meningkatkan kesadaran terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Ibu Siti Rofiah, M.H., M.Si sebagai Pimpinan Yayasan PPTI Al-Falah, dan Ibu Pera Soparianti, S.Pd.I., M. Hum. selaku Direktur Rahima. Pembacaan doa oleh Nyai Latifah Zoemri. Kemudian dilanjutkan pemaparan SOP/Panduan PPKS oleh Ibu Siti Nur Halimah (PPTI Al-Falah), Ibu Aliyatul Himmah (Yayasan As-Sholih), dan Ibu Indar Wahyuni (STAIP), yang dimoderatori oleh Ibu Ninin Karlina (Nasyiatul Aisyiyah Kab. Sukoharjo).

Penanggap dalam kegiatan ini yaitu Bapak Drs H. Moch. Fatkhuronji, M. Pd. (Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah/Kabid PD. Pontren), Bapak Drs. Yuli Arsianto (Kepala DP3AP2KB Jawa Tengah), dan Ibu Aini Saadah Satgas P2KP Jawa Tengah. Mereka memberikan masukan, dukungan dan juga apresiasi atas terbentuknya empat SOP PPKS yang telah didampingi oleh Rahima bersama empat simpul ulama perempuan Rahima Jawa tengah.
“SOP PPKS ini untuk dijadikan dasar pencegahan kekerasan seksual itu bagus, dan empat SOP PPKS ini menjadi pionir untuk dijadikan tiruan bagi pengelola lembaga pendidikan maupun lembaga pesantren yang ada di Jawa Tengah ini,” ujar Bapak Fatkhuronji. Bapak Yuli mengatakan, “Kalau dari perguruan tinggi, madrasah, pesantren punya perspektif yang bagus insyaAllah nanti bisa mencegah dan mengurangi kekerasan”.
“Kami mewakili satgas menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi dan kami bangga dan bermitra dengan organisasi-organisasi yang mampu mendorong pesantren itu dapat mewujudkan pola pengasuhan yang ramah anak”, ujar Ibu Aini mengapresiasi adanya empat SOP PPKS ini. Selain itu, pasca launching SOP PPKS ini, ada beberapa pesantren yang menginginkan Rahima turut mendampingi pesantren mereka untuk membentuk dan mengimplementasikan SOP PPKS sebagai komitmen menciptakan pesantren yang aman dan bebas dari kekerasan.
Similar Posts:
- Workshop Penyusunan SOP Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di PPTI Al-Falah, Salatiga
- Audiensi Rahima bersama Satgas PPKS Pesantren Miftahul Huda Segeran dengan KCD Pendidikan Wilayah IX Jawa Barat
- Audiensi Rahima bersama Satgas PPKS IAILM Suryalaya dengan Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya
- Workshop Penyusunan Panduan Pendidikan HKSR dan Pencegahan Kekerasan Seksual dan Anak di Yayasan As-Sholih, Pati
- Workshop Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Pesantren Ath-Thohiriyyah, Banyumas


