Oleh: Nyai Ruhama Wazna

Assalamu’alaikum.wr.wb

Duka bencana di beberapa wilayah negeri ini sedang dan baru saja berlalu. Banjir dan longsor melanda Sumatera, Jawa, dan daerah lainnya terus terjadi. Banyak saudara kita kehilangan rumah, harta benda, bahkan menghadapi krisis pangan dan rasa aman.

Di tengah luka itu, banyak yang terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara. Bisa jadi ada diantara kita menjadi tempat mereka mengungsi. Mereka adalah tamu, yang datang bukan untuk bersenang-senang, tetapi karena tak lagi punya pilihan.

Rasulullah saw bersabda,“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.”

Ramadan mengajarkan kita untuk ikhlas berbagi. Tidak harus dengan kemewahan—cukup dengan makanan seadanya, tempat berteduh, doa, dan sikap yang memanusiakan.

Ingatlah, memuliakan tamu apalagi ia dalam masa sulit adalah magnet bagi pertolongan Allah. Sebagaimana sabda Nabi Saw. “Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.”

Ikhlaslah berbagi, karena boleh jadi dari tangan yang kita buka, Allah bukakan pertolongan-Nya untuk kita. Jika kita tidak bisa menjamu dengan harta, jamulah dengan doa, kata-kata yang menguatkan, atau bantuan tenaga.

Semoga Ramadhan kali ini semakin memperkuat solidaritas kita, saling menguatkan di situasi yang sulit, dan memperkuat keimanan dan ketakwaan kita pada Allah Swt. 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Similar Posts:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here